Britney Spears Ditangkap Polisi, Princess Of Pop Diduga Nyetir Sambil Mabuk Dan Pakai Obat-Obatan Di California Sampai Harus Jalani Sidang
JAKARTA, GENVOICE.ID- Dunia hiburan internasional kembali diguncang oleh kabar mengejutkan dari sang legenda pop dunia, Britney Spears. Setelah sempat terlihat mulai menata hidupnya pasca lepas dari belenggu konservatori yang super ketat, kini Britney justru harus berurusan kembali dengan pihak berwenang karena masalah hukum yang serius.
Pada Rabu malam, 4 Maret 2026, penyanyi yang kini berusia 44 tahun tersebut diamankan oleh kepolisian Ventura County, California, setelah kedapatan mengemudikan kendaraannya dalam kondisi yang tidak stabil. Kejadian ini langsung menjadi sorotan tajam karena Britney selama ini selalu menjadi pusat perhatian terkait kesehatan mental dan kehidupan pribadinya yang penuh drama.
Banyak penggemar yang merasa sedih sekaligus khawatir dengan kondisi terbaru sang idola, mengingat ia baru saja menikmati kebebasannya selama beberapa tahun terakhir. Penangkapan ini seolah menjadi pengingat pahit bahwa perjalanan Britney menuju pemulihan total ternyata masih dipenuhi dengan rintangan yang cukup terjal.
Kabar penangkapan ini pertama kali dilaporkan oleh People dan langsung dikonfirmasi oleh kantor Sheriff setempat, membuat jagat media sosial heboh membicarakan nasib sang bintang di masa depan. Meskipun sempat ditahan, pelantun lagu Toxic ini akhirnya diperbolehkan pulang namun dengan catatan hukum yang masih terus berjalan, nih Gen.
Menurut informasi resmi dari California Highway Patrol wilayah Moorpark, awalnya polisi mendapatkan laporan tentang sebuah mobil BMW 430i warna hitam yang ugal-ugalan. Mobil tersebut dilaporkan melaju dengan kecepatan tinggi dan jalannya sangat tidak stabil di jalanan Ventura. Saat petugas berhasil menghentikan kendaraan tersebut, mereka menemukan bahwa pengemudi tunggal di dalamnya adalah Britney Spears.
Hasil Tes Kesadaran Dan Ancaman Sidang Di Bulan Mei
Petugas di lapangan menyebutkan bahwa Britney menunjukkan tanda-tanda gangguan kesadaran yang cukup jelas. Ia pun diminta menjalani serangkaian tes kesadaran langsung di lokasi. Hasilnya, pihak kepolisian menetapkan bahwa Britney melanggar California Vehicle Code Pasal 23152(g). Pasal ini spesifik mengatur tentang pelanggaran mengemudi di bawah pengaruh kombinasi obat-obatan dan juga alkohol.
"Pengemudi tunggal, Ms. Spears, menunjukkan tanda-tanda gangguan dan menjalani serangkaian tes kesadaran di lapangan," demikian bunyi pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat. Setelah diproses secara administratif, Britney dibebaskan dengan prosedur "cite and release". Artinya, ia tidak perlu menginap di sel tahanan tapi wajib hadir dalam persidangan yang dijadwalkan pada 4 Mei mendatang.
Pihak perwakilan Britney Spears nggak tinggal diam dan langsung memberikan pernyataan terkait kondisi sang artis. Mereka menyebutkan kalau saat ini Britney merasa sangat terpukul dan penuh penyesalan atas tindakan gegabahnya tersebut. "Britney sangat emosional dan menyesal" setelah penangkapannya, ungkap perwakilan Spears. Mereka juga secara tegas menyatakan kalau "Ini adalah insiden yang sangat disayangkan dan sama sekali tidak dapat dibenarkan."
Keluarga dan orang-orang terdekat Britney kabarnya sedang bergerak cepat untuk menyusun rencana dukungan agar kesejahteraan mental dan fisik Britney tetap terjaga. Bahkan, kedua putranya, Sean Preston dan Jayden James, direncanakan akan segera menghabiskan waktu bersama sang ibu untuk memberikan semangat moral. Penangkapan ini menambah daftar panjang lika-liku kehidupan Britney, mulai dari urusan penjualan katalog musiknya hingga curhatan emosionalnya di media sosial tentang keluarganya yang sempat membuatnya merasa terisolasi selama belasan tahun.