Viral Foto Jeffrey Epstein Terlihat Masih Hidup di Tel Aviv Israel, Ternyata Hasil Rekayasa AI!

Genvoice.id | 06 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Jagad maya kembali diguncang oleh munculnya foto viral yang diklaim sebagai bukti bahwa Jeffrey Epstein masih hidup dan terlihat sedang berjalan di Tel Aviv, Israel.

Seiring dengan rilis jutaan dokumen terbaru "Epstein Files" pada Februari 2026, spekulasi mengenai kematian palsu sang miliarder ini mendadak meledak setelah sebuah gambar memperlihatkan sosok yang sangat mirip dengan Epstein berada di jalan raya.

Namun, benarkah foto tersebut asli atau sekadar rekayasa digital? Artikel cek fakta ini akan membedah kebenaran di balik foto Jeffrey Epstein di Israel, hasil analisis alat deteksi AI, hingga temuan watermark tersembunyi yang mengungkap bahwa gambar tersebut hanyalah produk teknologi deepfake.

Klaim: Foto Epstein Berjalan di Tel Aviv

Narasi yang menyertai foto tersebut menyebutkan bahwa Epstein berhasil memalsukan kematiannya dan kini bersembunyi di Israel. Mengingat banyaknya nama tokoh penting yang terseret dalam dokumen terbaru, foto ini seolah menjadi "peluru" bagi netizen untuk menyerang transparansi hukum Amerika Serikat.

Fakta: Deteksi Deepfake dan Tanda Air (Watermark) AI

Berdasarkan investigasi mendalam terhadap keaslian gambar tersebut, ditemukan beberapa bukti kuat yang mematahkan klaim tersebut:

  1. Hasil Deteksi Alat AI: Sejumlah alat pendeteksi AI terkemuka seperti Hive Moderation memberikan skor 99,7% bahwa gambar tersebut adalah konten buatan kecerdasan buatan (AI-generated). Alat lain seperti Undetectable AI dan Decopy AI juga memberikan kesimpulan serupa.

  2. Adanya Watermark Google Gemini: Secara mengejutkan, pada sudut kanan bawah gambar tersebut ditemukan watermark (tanda air) khas dari Gemini AI. Hal ini mengonfirmasi bahwa gambar tersebut sengaja dibuat menggunakan teknologi pengolah gambar milik Google dan bukan foto asli hasil jepretan kamera.

  3. Tidak Ada Laporan Kredibel: Hingga saat ini, tidak ada satu pun kantor berita internasional maupun otoritas keamanan di Israel yang melaporkan penampakan fisik Epstein. Laporan resmi medis dan Departemen Kehakiman AS tetap pada hasil autopsi tahun 2019 yang menyatakan Epstein meninggal karena bunuh diri di sel penjara Manhattan.

Bahaya Misinformasi di Tengah Rilis Dokumen

Bukan kali ini saja foto palsu beredar. Sejak "Epstein Files" dirilis pekan lalu, banyak bermunculan gambar rekayasa AI yang melibatkan tokoh-tokoh dunia seperti Donald Trump hingga Bill Clinton dalam posisi yang mempromosikan skandal.

Hal ini dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana atau sekadar mencari trafik (keuntungan) dari isu yang sedang tren.

Jadi, FOTO TERSEBUT ADALAH HOAKS. Gambar yang menunjukkan Jeffrey Epstein berada di Tel Aviv murni merupakan produk teknologi AI (Deepfake). Masyarakat diimbau untuk lebih teliti dalam memverifikasi informasi digital, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif dan konspirasi tingkat tinggi.