Cara Download Epstein Files Resmi dari DOJ, Isinya 3 Juta Halaman!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus Jeffrey Epstein kembali mencuri perhatian publik global setelah pemerintah Amerika Serikat membuka akses terhadap dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files. Arsip ini berisi rangkaian dokumen hukum yang berkaitan dengan kasus perdagangan manusia, eksploitasi seksual, serta dugaan keterlibatan tokoh-tokoh berpengaruh dunia. Di tengah derasnya informasi yang beredar, publik perlu memahami fakta yang benar agar tidak terjebak hoaks atau klaim menyesatkan.
Berikut daftar fakta penting Epstein Files beserta panduan akses resminya.
1. Berawal dari Skandal Kelas Dunia
Jeffrey Epstein adalah miliarder asal Amerika Serikat yang ditangkap pada 2019 atas tuduhan eksploitasi seksual anak di bawah umur dan perdagangan manusia. Meski ia meninggal di penjara, kasusnya tidak berhenti begitu saja. Justru, berbagai dokumen hukum dan bukti investigasi terus diungkap hingga kini.
2. Dirilis Langsung oleh Departemen Kehakiman AS
Epstein Files dirilis secara resmi oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) melalui kebijakan Epstein Files Transparency Act (H.R.4405). Tujuan utama rilis ini adalah memenuhi tuntutan Kongres agar publik memperoleh akses terbatas terhadap arsip kasus besar tersebut.
3. Klaim 3 Juta Halaman Masih Diperdebatkan
Angka "3 juta halaman" sering viral di media sosial, namun DOJ tidak pernah mengonfirmasi jumlah tersebut secara resmi. Angka ini diduga berasal dari estimasi gabungan seluruh arsip Epstein, termasuk dokumen pengadilan di Florida dan New York, laporan investigasi federal, email, foto, serta rekaman yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.
4. Dokumen Dibagi Menjadi 12 Data Set
Untuk memudahkan akses, DOJ membagi Epstein Files ke dalam 12 Data Set. Setiap data set memuat beragam dokumen penting, seperti, transkrip pengadilan, laporan investigasi, bukti pendukung, korespondensi resmi, memorandum dan protokol peninjauan internal
5. Semua Dokumen Melalui Sensor Ketat
Seluruh file yang dirilis sudah melalui proses redaksi menyeluruh. Identitas korban, detail seksual, dan informasi pribadi non-publik disamarkan. Bahkan, pada file audio digunakan nada solid untuk menutupi bagian sensitif demi melindungi korban.
6. Bisa Diunduh Gratis, Asal dari Sumber Resmi
Masyarakat dapat mengakses dan mengunduh Epstein Files tanpa biaya langsung dari situs DOJ. Pemerintah secara tegas mengingatkan publik untuk menghindari situs pihak ketiga, karena berisiko menyebarkan malware, manipulasi data, atau informasi palsu.
7. Link Resmi Epstein Files dari DOJ
DOJ menyediakan akses resmi ke seluruh dokumen melalui halaman khusus yang mencakup Data Set 1 hingga Data Set 12. Semua link dapat diakses bebas dan legal langsung dari domain resmi pemerintah Amerika Serikat.
8. Tersedia Jalur Pelaporan Kesalahan
Jika publik menemukan informasi yang seharusnya tidak dipublikasikan, DOJ membuka jalur pelaporan melalui email resmi EFTA@usdoj.gov sebagai bentuk pengawasan publik.
9. Tidak Semua Arsip Sudah Dibuka
Meski ribuan halaman telah dirilis, masih ada kemungkinan sebagian dokumen belum dipublikasikan sepenuhnya. Hal inilah yang membuat klaim jutaan halaman terus menjadi bahan perdebatan.
10. Akses Harus Dilakukan Secara Etis
Epstein Files bukan sekadar arsip hukum, tetapi juga menyimpan kisah nyata para korban yang mengalami trauma berat. Transparansi dilakukan untuk kepentingan publik, bukan untuk eksploitasi ulang penderitaan korban.
Epstein Files memang merupakan arsip hukum yang sangat besar dan kompleks. Namun, klaim 3 juta halaman belum terbukti secara resmi. Untuk memastikan keamanan dan akurasi informasi, publik disarankan hanya mengakses dokumen melalui situs DOJ dan menggunakan data tersebut secara bertanggung jawab.