10 Buku Terbaik Sepanjang Masa: Dari Pride and Prejudice Jane Austen hingga Shuggie Bain

Genvoice.id | 06 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sedang mencari referensi bacaan berkualitas untuk mengisi waktu luang? Simak daftar sepuluh buku terbaik sepanjang masa yang wajib Gen baca setidaknya sekali seumur hidup.

Mulai dari mahakarya klasik seperti Pride and Prejudice karya Jane Austen hingga pemenang Booker Prize kontemporer seperti Shuggie Bain, kurasi buku ini mencakup berbagai genre mulai dari fiksi sastra, thriller psikologis, hingga drama sejarah.

Membaca buku-buku esensial ini bukan hanya soal mengejar daftar literary bucket list, tetapi juga tentang mendalami narasi yang mengubah cara pandang kita terhadap dunia, kelas sosial, dan kemanusiaan.

Temukan ulasan singkat mengenai buku-buku paling berpengaruh di dunia yang telah kami rangkum khusus untuk memperkaya perpustakaan pribadi kamu tahun ini.

1. Shuggie Bain (Douglas Stuart)

Pemenang Booker Prize 2020 ini menyajikan potret memilukan kelas pekerja di Glasgow tahun 1980-an. Ceritanya berfokus pada kasih sayang dan perjuangan Shuggie, seorang bocah yang tumbuh di tengah kemiskinan dan ketergantungan alkohol ibunya, Agnes. Sebuah kisah tentang identitas dan keteguhan hati.

2. A Little Life (Hanya Yanagihara)

Sering disebut sebagai "novel gay terbaik", buku ini mengisahkan persahabatan empat pria dari masa kuliah hingga dewasa di New York. Inti ceritanya terletak pada sosok Jude, pria dengan masa lalu kelam yang menguji batas ketahanan manusia dan arti kesetiaan sahabat.

3. White Noise (Don DeLillo)

Sebuah satir tajam tentang gaya hidup konsumtif Amerika. Kisahnya mengikuti Jack Gladney, seorang akademisi yang hidupnya jungkir balik setelah sebuah kecelakaan kimia melepaskan "Peristiwa Toksik Udara", memaksanya menghadapi ketakutan terdalamnya: kematian.

4. American Psycho (Bret Easton Ellis)

Potret mengerikan dekade 80-an di Manhattan melalui mata Patrick Bateman. Di balik penampilannya sebagai bankir investasi sukses, ia adalah seorang psikopat. Buku ini mengkritik budaya materialistis dan kekosongan moral dengan cara yang sangat ekstrem.

5. Blood Meridian (Cormac McCarthy)

Berlatar di perbatasan AS-Meksiko abad ke-19, novel ini mengikuti perjalanan seorang remaja ("the Kid") di tengah anarki perluasan wilayah ke arah Barat. McCarthy menghadirkan keindahan yang brutal dalam sebuah narasi tentang kekerasan dan kekacauan.

6. Annie John (Jamaica Kincaid)

Kisah klasik tentang pendewasaan (coming-of-age) seorang gadis di Antigua. Annie yang awalnya sangat dekat dengan ibunya mulai mempertanyakan otoritas dan norma budayanya saat menginjak usia remaja, mengubah hubungan mereka menjadi penuh konflik.

7. The Line of Beauty (Alan Hollinghurst)

Pemenang Booker Prize ini menangkap esensi Inggris tahun 1980-an. Nick Guest, seorang pemuda yang terobsesi pada keindahan, terseret ke dalam dunia politik dan kekayaan keluarga Fedden di Notting Hill, di mana keinginan pribadi berbenturan dengan realitas sosial.

8. The Trees (Percival Everett)

Sebuah narasi provokatif tentang serangkaian pembunuhan aneh di Money, Mississippi. Kasus ini menjadi misterius ketika mayat yang menyerupai Emmett Till, korban rasisme 65 tahun silam, muncul di setiap tempat kejadian perkara, memaksa investigasi atas luka sejarah rasisme Amerika.

9. Jane Eyre (Charlotte Brontë)

Kisah yatim piatu Jane Eyre yang memiliki semangat pantang menyerah meski tumbuh di lingkungan yang kejam. Saat bekerja sebagai pengasuh di Thornfield Hall, ia terjebak dalam cinta yang penuh rahasia dan tragedi dengan tuannya, Mr. Rochester. Sebuah mahakarya tentang kemandirian wanita.

10. Pride and Prejudice (Jane Austen)

Salah satu novel paling berpengaruh di dunia yang mengisahkan dinamika antara Elizabeth Bennet yang cerdas dan Mr. Darcy yang angkuh. Austen dengan lihai meramu romansa, satir sosial, dan pelajaran hidup tentang bagaimana prasangka bisa menghalangi cinta sejati.

Dari sepuluh buku terbaik di atas, mana yang menurut Gen paling menantang untuk diselesaikan tahun ini? Jangan ragu untuk memulai dari satu bab hari ini, karena setiap mahakarya dimulai dari satu kata pertama.

Selamat berpetualang di dunia literasi dan selamat menemukan perspektif baru melalui lembaran-lembaran buku pilihanmu!