Waspada! Banjir Rob Melanda Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, BMKG Sudah Beri Peringatan Supermoon Hingga 10 Desember!

Genvoice.id | 05 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, bagi kalian yang beraktivitas di wilayah utara Jakarta dan Kepulauan Seribu, harap ekstra waspada! Banjir rob dilaporkan melanda sejumlah lokasi di kedua wilayah tersebut pada Jumat siang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa hingga pukul 11.00 WIB, dampak banjir air laut pasang ini sudah dirasakan di beberapa titik. Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, memaparkan rincian wilayah yang terdampak.

"Kami mencatat ada enam RT dan satu ruas jalan yang terdampak banjir rob hingga pukul 11.00 WIB," kata Mohamad Yohan di Jakarta, Jumat, dilansir dari ANTARA.

Rincian Lokasi dan Ketinggian Air

Genangan rob ini menyebar di beberapa kelurahan, dengan ketinggian yang bervariasi:

  • Kelurahan Pulau Panggang: Dua RT terendam banjir setinggi 10 hingga 15 sentimeter (cm).

  • Kelurahan Marunda: Satu RT terendam banjir dengan ketinggian mencapai 15 cm.

  • Kelurahan Pluit: Tiga RT mengalami genangan banjir setinggi 10 hingga 30 cm.

Yang paling parah di akses jalan utama, Jalan RE Martadinata yang berada di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air yang cukup signifikan, mencapai 40 cm.

Penyebab dan Peringatan Dini BMKG

Banjir rob kali ini ternyata sudah diprediksi dan diumumkan sebelumnya oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok.

BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir (rob) yang berlaku mulai tanggal 1 hingga 10 Desember 2025. Rob ini terjadi karena adanya fenomena alam yang langka dan saling berbarengan, yaitu pasang maksimum air laut yang bertemu dengan fase bulan purnama dan fenomena perigee (supermoon). Kombinasi ketiga fenomena ini berpotensi sangat besar meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum di wilayah pesisir utara Jakarta.

Dampak langsung dari kondisi ini sudah terlihat sejak pagi hari. Kenaikan tinggi muka air di Pintu Air Pasar Ikan sempat mencapai status Bahaya atau Siaga 1 pada Jumat pagi pukul 08.00 WIB, dan segera diikuti oleh munculnya genangan di sejumlah wilayah Jakarta.

BPBD dan Pemprov Bergerak Cepat

Menanggapi bencana rob ini, BPBD DKI Jakarta langsung bergerak cepat. Mohamad Yohan mengatakan personel sudah dikerahkan untuk memonitor secara langsung kondisi genangan di setiap wilayah.

Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai unsur terkait, seperti Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Fokus utama mereka adalah melakukan penyedotan genangan dan memastikan semua tali-tali air (saluran air) berfungsi dengan baik. Seluruh upaya ini dilakukan bersama dengan lurah dan camat setempat, serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas.

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," tegas Yohan, memberikan harapan agar situasi segera normal.

BPBD DKI juga mengimbau agar masyarakat di wilayah pesisir utara tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan yang masih bisa terjadi mengingat masa peringatan dini BMKG berlaku hingga tanggal 10 Desember mendatang.

"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," imbau Yohan.


Gen, apakah ada lokasi di Jakarta Utara yang perlu mendapat perhatian lebih dari BPBD karena sering terdampak banjir rob?