Kurangi Karbohidrat Terlalu Banyak Ternyata Berbahaya untuk Jantung, Ini Fakta Kenaikan Kolesterol Jahat yang Wajib Kamu Tahu!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kalian pasti sering dengar kalau diet rendah karbohidrat itu ampuh banget buat nurunin berat badan dan bikin badan lebih fit. Memang benar, pola makan ini terbukti efektif mengurangi berat badan, BMI, lingkar pinggang, dan terutama massa lemak perut yang dikenal paling berbahaya bagi kesehatan jantung.
Tapi, ada satu efek samping yang tidak bisa diabaikan dan wajib kalian waspadai: ternyata, diet yang terlalu ketat mengurangi karbohidrat bisa meningkatkan risiko kolesterol LDL "jahat" kalian ikut naik!
Temuan ini diungkap lewat laporan Everyday Health yang merangkum data dari lebih dari 170 uji coba terkontrol. Penelitian masif ini melibatkan lebih dari 11.000 peserta dewasa dari 27 negara, dengan mayoritas adalah orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Kenaikan Kolesterol LDL yang Mengkhawatirkan
Secara umum, studi ini membenarkan bahwa diet rendah karbo (didefinisikan sebagai pola makan yang mengizinkan 50-130 gram karbo per hari atau sekitar 10-26 persen kebutuhan kalori harian) efektif bikin timbangan bergerak turun.
Namun, di sisi lain, penelitian tersebut juga mencatat adanya kenaikan kolesterol LDL yang cukup signifikan, yaitu sekitar 4 hingga 5 mg/dL. Selain itu, ada sedikit penurunan massa otot pada mereka yang menjalankan pola makan rendah karbohidrat secara ekstrem.
Kenapa kolesterol jahat ini bisa naik? Jawabannya ada pada apa yang kalian makan sebagai pengganti karbohidrat.
"Diet rendah karbohidrat lebih tinggi lemak. Ketika persentase kalori dari lemak meningkat, tidak mengherankan jika terjadi peningkatan kolesterol LDL, terutama jika jenis lemaknya sebagian besar jenuh, seperti mentega, keju, dan daging berlemak," jelas Elisabetta Politi, CDCES, RD, spesialis perawatan diabetes yang tidak terlibat dalam studi tersebut.
Kunci Aman: Ganti Karbo Olahan dengan yang Sehat
Para peneliti sepakat bahwa mengurangi karbohidrat, terutama karbohidrat olahan seperti gula dan tepung putih, memang bisa membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki beberapa indikator jantung.
Namun, ini poin pentingnya: Jika karbohidrat sehat (seperti sayur, buah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan) ikut dikurangi dan malah diganti dengan makanan yang tinggi lemak jenuh (seperti mentega atau daging berlemak), maka risiko kesehatan jantung kalian justru akan meningkat drastis!
Politi menambahkan, diet rendah karbo masih bisa sangat bermanfaat, asalkan dilakukan dengan panduan nutrisi yang benar. Intinya, kalian harus pintar memilih karbohidrat yang sehat dan membatasi lemak jenuh sebagai pengganti.
Formula Paling Optimal untuk Jantung
Menariknya, studi tersebut menemukan bahwa efek terbaik dan paling optimal untuk kesehatan muncul ketika karbohidrat tidak hanya diganti dengan satu jenis nutrisi, melainkan dengan kombinasi lemak dan protein.
-
Mereka yang mengganti karbo dengan lemak sehat mengalami peningkatan kolesterol HDL "baik" dan penurunan trigliserida (lemak darah).
-
Sementara itu, penggantian dengan protein murni membantu menurunkan kolesterol total.
-
Yang paling ideal, ketika karbohidrat diganti dengan campuran lemak dan protein, manfaat yang didapat sangat optimal: tekanan darah membaik, peradangan menurun, fungsi pembuluh darah meningkat, dan komposisi tubuh (lemak vs otot) jadi lebih sehat.
Para peneliti menyimpulkan bahwa kombinasi yang seimbang antara lemak dan protein sebagai pengganti karbohidrat olahan adalah formula paling ideal untuk menjaga kesehatan jantung, metabolisme, serta mengelola berat badan, asalkan kalian tetap menjaga kualitas nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.
Gen, apakah kalian pernah mencoba diet rendah karbo? Apakah kalian mengecek jenis lemak yang kalian konsumsi?