Harus Tahu! Jongkok atau Duduk? Posisi BAB Paling Sehat Ini Wajib Dicoba Biar Usus Bersih Tuntas dan Jauh dari Wasir!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, seberapa sering kalian benar-benar memikirkan posisi tubuh saat sedang buang air besar (BAB)? Mungkin terdengar sepele, tapi ternyata cara kalian duduk atau jongkok di toilet itu sangat berpengaruh besar pada kesehatan pencernaan kalian secara keseluruhan, lho!
Perdebatan mengenai posisi mana yang lebih sehat-jongkok atau duduk-sering muncul, terutama karena banyak penelitian menyoroti hubungan antara postur tubuh dengan kelancaran proses BAB. Memilih posisi yang salah bukan hanya membuat prosesnya lebih lama, tapi juga bisa meningkatkan risiko penyakit pencernaan serius.
Yuk, kita bedah tuntas kelebihan dan kekurangan dari masing-masing posisi:
Toilet Duduk: Nyaman Tapi Kurang Optimal
Toilet duduk memang identik dengan tampilan yang modern dan sering dianggap lebih nyaman. Banyak orang, terutama kelompok tertentu seperti lansia, ibu hamil, atau mereka yang memiliki masalah lutut, merasa posisi duduk jauh lebih aman dan nyaman.
Namun, dari sisi kesehatan pencernaan, posisi duduk dianggap kurang optimal. Penelitian membuktikan bahwa BAB di toilet duduk seringkali membutuhkan waktu lebih lama dan tenaga yang lebih besar untuk mendorong tinja keluar. Kenapa? Karena saat kita duduk tegak, otot saluran cerna justru menekan rektum, membuat jalur keluarnya tinja menjadi sedikit terhambat.
Duduk terlalu lama sambil mengejan keras bisa meningkatkan risiko penyakit umum seperti wasir atau sembelit (konstipasi).
Selain itu, ada masalah kebersihan. Permukaan dudukan toilet yang bersentuhan langsung dengan kulit rawan menjadi sarang kuman penyebab diare, flu, atau infeksi kulit. Toilet duduk berpotensi memaparkan kulit kita pada bakteri berbahaya seperti E.coli, Shigella, hingga virus hepatitis A dan norovirus.
Toilet Jongkok: Pegal, Tapi Kesehatan Maksimal
Posisi jongkok memang terkadang terasa kurang nyaman, apalagi bagi kalian yang belum terbiasa, dan bisa bikin pegal di bagian tumit atau paha. Jenis toilet ini juga kurang cocok buat mereka yang punya masalah pergelangan kaki atau cedera sendi.
Tapi, posisi jongkok memiliki keuntungan besar untuk kesehatan pencernaan. Saat jongkok, mekanisme tubuh bekerja secara alami:
-
Jalur Pembuangan Terbuka Lebar: Posisi ini membuat jalur pembuangan di anus terbuka lebih lebar.
-
Otot Rileks: Otot anus dan usus besar bisa rileks sepenuhnya.
-
BAB Tuntas: Hasilnya, proses BAB jadi jauh lebih lancar, cepat, dan tinja keluar lebih tuntas tanpa perlu mengejan kuat.
Sebaliknya, posisi duduk yang membuat jalur pembuangan tertekan, membuat proses BAB terasa lebih lama dan membutuhkan tenaga ekstra untuk mendorong keluar.
Kesimpulan: Jongkok Jauh Lebih Sehat!
Secara umum, dari sudut pandang fisiologi pencernaan, jongkok jelas lebih sehat. Postur tubuh bekerja lebih alami, jalur pembuangan terbuka, dan sangat mengurangi kebutuhan untuk mengejan.
Namun, jika kalian termasuk kelompok yang membutuhkan kenyamanan dan keamanan (seperti lansia atau mereka yang memiliki cedera lutut), duduk adalah pilihan yang lebih aman dan nyaman.
Solusi Hack untuk Pengguna Toilet Duduk:
Kalau kalian menggunakan toilet duduk dan ingin BAB lebih lancar tanpa perlu mengejan kuat, kalian bisa mencoba menggunakan footstool (bangku kecil) untuk mengangkat kaki. Posisi ini akan membuat lutut lebih tinggi daripada pinggul, meniru posisi jongkok dan membantu BAB lebih lancar tanpa harus terlalu mengejan.
Jadi, meskipun toilet duduk tampak modern, jika ingin pencernaan kalian sehat maksimal, posisi jongkok atau setidaknya posisi duduk yang dimodifikasi dengan footstool adalah pilihan yang paling ideal.
Gen, dari pengalaman kalian, apakah kalian merasa BAB lebih cepat saat menggunakan toilet jongkok dibandingkan toilet duduk?