Badai Bualoi Mengamuk! Tewaskan Puluhan Orang, Ribuan Rumah Hancur di Asia Tenggara!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dua badai tropis besar menerjang kawasan Asia Tenggara dalam waktu hampir bersamaan, menyebabkan puluhan korban jiwa, ribuan rumah rusak, dan ratusan ribu warga terdampak.
Di Thailand, badai tropis Bualoi telah menyebabkan sedikitnya tujuh orang tewas sejak melanda pada 28 September 2025. Laporan dari Thai Enquirer pada Jumat (3/10) menyebutkan bahwa para korban terdiri dari dua perempuan dan lima laki-laki. Selain itu, tiga orang masih dinyatakan hilang. Badai ini juga menyebabkan banjir dan kerusakan parah di berbagai wilayah, dengan sekitar 16.740 rumah tangga terdampak dan total 60.294 jiwa terpengaruh oleh bencana ini.
Tak hanya Thailand, badai Bualoi juga menghantam Vietnam dengan dampak yang jauh lebih besar. Sebanyak 49 orang dilaporkan meninggal dunia, 16 orang masih hilang, dan 153 lainnya mengalami luka-luka. Kerusakan infrastruktur dan pemukiman warga sangat masif.
Lebih dari 200 rumah hancur total, sekitar 169.000 rumah lainnya mengalami kerusakan berat seperti atap terlepas, dan sekitar 64.800 bangunan terendam banjir. Pemerintah Vietnam memperkirakan total kerugian awal akibat bencana ini mencapai lebih dari 12,7 triliun dong Vietnam atau sekitar Rp7,9 triliun.
Sementara itu, badai tropis Matmo kini tengah bergerak mendekati Filipina. Badai ini diperkirakan akan melintasi wilayah Luzon, kemudian bergerak ke utara Laut Cina Selatan dan diprediksi akan mendarat di wilayah selatan Tiongkok pada 5 hingga 6 Oktober. Pihak berwenang di Filipina dan Tiongkok telah mengeluarkan peringatan dini serta mulai mengevakuasi warga di wilayah yang berisiko tinggi terkena dampak langsung badai.
Rangkaian bencana ini menjadi pengingat akan meningkatnya intensitas badai tropis di kawasan Asia akibat perubahan iklim global. Pemerintah setempat di negara-negara terdampak kini terus berupaya mempercepat proses evakuasi, penyaluran bantuan, dan pemulihan infrastruktur dasar untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi.