Amorim Ngamuk! Frustrasi dan Marah Besar Setelah Gagal Kalahkan West Ham di Old Trafford, Sebut Timnya Kalah Second Ball Jadi Biang Kerok!
JAKARTA, GENVICE.ID - Gen, hasil imbang 1-1 yang didapatkan Manchester United (MU) saat menjamu West Ham United di Old Trafford pada pekan ke-14 Liga Inggris berbuah reaksi keras dari ruang ganti. Pelatih Setan Merah, Ruben Amorim, tidak bisa menyembunyikan kekecewaan dan amarahnya.
Amorim terang-terangan mengatakan dirinya frustrasi dan marah setelah timnya gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri untuk kedua kalinya secara beruntun.
Seperti yang kalian tahu, MU sempat unggul lebih dulu lewat sepakan keras Diogo Dalot pada menit ke-58. Namun, alih-alih mencetak gol kedua untuk mengunci kemenangan, The Red Devils justru dihukum oleh West Ham yang berhasil menyamakan kedudukan pada 10 menit terakhir pertandingan, lewat gol yang dicetak Soungoutou Magassa pada menit ke-83.
"Ya, memang membuat frustrasi, membuat marah," kata Amorim mengomentari kegagalan timnya meraih kemenangan, dikutip dari laman resmi Manchester United, Jumat (5/12/25).
Gagal Mulus ke Zona Eropa
Hasil imbang ini membuat MU gagal total masuk ke zona lima besar klasemen sementara Liga Inggris. Mereka kini hanya naik satu tingkat, tertahan di peringkat kedelapan dengan mengumpulkan 22 poin. Jarak mereka hanya terpaut satu poin dari Crystal Palace yang berada di peringkat kelima, dan berjarak 11 poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.
Kegagalan ini terasa pahit karena seharusnya, kemenangan melawan tim zona degradasi seperti West Ham bisa menjadi modal penting bagi MU untuk memuluskan langkah mereka menuju persaingan di papan atas.
Biang Kerok Kekalahan Second Ball
Saat ditanya apa penyebab utama timnya gagal meraih poin penuh, pelatih asal Portugal itu tanpa ragu menunjuk satu masalah mendasar: hilangnya kendali permainan dan kalah dalam memenangkan second ball setelah gol pertama.
Amorim menjelaskan bahwa setelah gol Dalot, timnya terlalu banyak memberikan kesempatan kepada lawan.
"Mungkin setelah gol pertama, kami kehilangan beberapa bola kedua dan Matheus (Cunha) memenangkan satu atau dua bola kedua di sana dan menjadikannya sebuah transisi," jelas Amorim.
Ia menambahkan, strategi bertahan yang salah juga ikut berkontribusi pada bobolnya gawang.
"Kami berusaha bertahan sepanjang waktu, jauh dari gawang karena kami tahu itu. Mereka mencoba memberikan umpan silang, memenangkan tendangan sudut. Seperti yang terjadi, umpan panjang, mereka memenangkan bola kedua melawan tiga pemain kami di pertahanan. Jadi, kami harus bermain lebih baik di babak kedua," tambahnya, menyoroti kurangnya pressing dan awareness di lini belakang.
Ini Bukan Kemunduran, Tapi Harus Lebih Baik
Meskipun MU kini hanya meraih satu kemenangan dari lima laga terakhirnya, Amorim menolak hasil imbang ini disebut sebagai sebuah kemunduran bagi timnya. Ia tetap berusaha melihat sisi positif dari penguasaan permainan.
"Jika Anda melihat golnya (West Ham), di menit ke-83, kita memiliki umpan-umpan panjang. Kita mengendalikan segalanya. Kita perlu bermain lebih baik lagi," ucapnya.
Amorim kini harus memutar otak untuk membangkitkan semangat dan performa timnya. Pada laga berikutnya, Bruno Fernandes dan kawan-kawan akan bertandang ke Stadion Molineux untuk menghadapi tuan rumah Wolverhampton Wanderers. Ini adalah peluang emas bagi MU untuk kembali ke jalur kemenangan, mengingat Wolverhampton Wanderers belum meraih kemenangan di Liga Inggris musim ini. Laga ini digelar pada Selasa (9/12) pukul 03.00 WIB.
Gen, menurut kalian, apakah masalah MU hanya sebatas kalah second ball, atau ada masalah yang lebih serius di bawah kepemimpinan Ruben Amorim?