Banyak Pembalap Tumbang, Tapi CEO Aprilia Bilang Sirkuit Mandalika Aman? Ini Penjelasannya!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Di tengah hujan kritik dan sederet kecelakaan yang terjadi sepanjang balapan MotoGP Indonesia 2025, CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, justru memberikan pembelaan terhadap Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Menurutnya, lintasan yang menjalani debutnya di kalender MotoGP pada 2022 itu memiliki desain yang baik dan tidak membahayakan para pembalap.
"Sejujurnya saya tidak berpikir ini adalah sirkuit yang memiliki situasi yang berbahaya. Ini adalah lintasan yang cukup baik dengan desain yang baik, dengan kawasan sekitar yang bagus," ujar Rivola.
Pernyataan ini muncul di tengah polemik soal keselamatan lintasan, terutama setelah sejumlah insiden kecelakaan mewarnai jalannya balapan MotoGP Mandalika 2025. Marc Marquez, sang juara dunia musim ini, menjadi salah satu korban setelah bersenggolan dengan pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, di tikungan 7 pada lap pertama. Kedua pembalap langsung gagal melanjutkan balapan (DNF).
Tak lama berselang, Joan Mir juga mengalami nasib serupa setelah kehilangan kendali dan terjatuh. Malapetaka juga menghampiri Francesco Bagnaia, juara MotoGP Indonesia 2024 yang harus mengakhiri balapan lebih awal setelah mengalami crash di tikungan ke-17.
Enea Bastianini menjadi korban terakhir dari 'keganasan' Sirkuit Mandalika. Ia kehilangan kendali dan keluar dari lintasan, yang membuatnya juga harus mengakhiri balapan tanpa poin.
Total, lebih dari lima pembalap top harus DNF akibat kecelakaan di sepanjang balapan yang digelar dalam cuaca panas dan kondisi lintasan yang disebut-sebut cukup menantang tersebut.
Namun, meski insiden bertubi-tubi terjadi, Rivola tetap yakin bahwa layout Mandalika tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Ia menegaskan bahwa semua sirkuit memiliki tantangan masing-masing, dan pembalap harus beradaptasi dengan segala kondisi.
Di balik rentetan insiden, MotoGP Indonesia 2025 tetap melahirkan bintang baru. Rookie dari Gresini Racing, Fermin Aldeguer, tampil luar biasa dan sukses meraih kemenangan perdananya di kelas utama. Podium kedua dihuni Pedro Acosta dari Red Bull KTM, sementara posisi ketiga diamankan oleh Alex Marquez, rekan setim Aldeguer.
Balapan di Mandalika tahun ini kembali menyajikan drama dan kejutan, sekaligus membuka perdebatan baru soal pentingnya evaluasi keselamatan di sirkuit-sirkuit modern MotoGP.