Sinner Bikin Lawan Tak Berkutik! McEnroe Hingga Auger-Aliassime Akui Ketangguhan Sang Raja Baru
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jannik Sinner kembali menunjukkan mengapa ia disebut sebagai kekuatan baru di dunia tenis. Pada perempat final US Open 2025 di Arthur Ashe Stadium, petenis nomor satu dunia itu tampil tanpa cela saat menumbangkan rekan senegaranya, Lorenzo Musetti, dengan skor telak 6-1, 6-4, 6-2.
Legenda tenis John McEnroe yang menjadi komentator tak bisa menutupi rasa kagumnya. "Tak ada waktu bernapas untuk Musetti. Dia begitu hebat dalam menekan lawannya," ujarnya, seolah tak percaya dengan intensitas permainan Sinner.
Musetti sendiri hanya bisa mengakui kehebatan kompatriotnya. Meski sempat tampil cukup baik, ia gagal memanfaatkan tujuh break point yang diperolehnya. "Saya merasa Sinner berada di level yang berbeda. Dia selalu memimpin rally, membuat saya tak punya banyak kesempatan. Itu perasaan yang buruk," katanya usai pertandingan.
Musetti menambahkan bahwa Sinner kini jauh lebih matang dibanding ketika keduanya bertemu di Monte Carlo 2023. "Saya belum pernah menghadapi seseorang yang membuat saya terburu-buru dalam setiap rally seperti ini. Hari ini dia benar-benar menunjukkan kualitasnya."
Rekor impresif Sinner semakin menegaskan dominasinya. Ia telah memenangkan 25 dari 26 pertandingan Grand Slam musim ini, meraih dua gelar mayor, dan bahkan nyaris menambah koleksi saat melawan Carlos Alcaraz di final Roland Garros. Di hard court, catatannya lebih gila lagi: 26 kemenangan beruntun di turnamen mayor dan 70 kemenangan dari 74 pertandingan sejak awal 2024.
Felix Auger-Aliassime, lawan berikutnya di semifinal, pun tak bisa menahan rasa hormatnya. "Tidak banyak kekuatan di permainan Jannik, ya? Banyak kelemahan," ujarnya sambil tersenyum, lalu menambahkan serius: "Dia nyaris tak tersentuh di banyak momen. Saat seseorang bekerja keras hingga mencapai level ini, kita hanya bisa angkat topi."
Meski begitu, petenis Kanada berusia 25 tahun itu menegaskan akan fokus pada dirinya sendiri. "Saya butuh bermain tenis yang bagus. Tapi mungkin, melawan Sinner, tenis bagus saja tidak cukup."
Sinner sendiri merasa berada di puncak kesiapan fisik dan mental. "Saya suka format best-of-five. Saya mengenal tubuh saya lebih baik sekarang, dan sangat senang bisa kembali ke semifinal. Saya selalu mencoba menaikkan level permainan setiap babak," ucapnya percaya diri.
Dengan konsistensi luar biasa dan dominasi di lapangan keras, Jannik Sinner tampaknya benar-benar sedang bermain di level yang berbeda. Pertanyaannya kini: adakah yang mampu menghentikan laju sang "juggernaut" asal Italia ini?