Plaza 2 Blok M Mendadak Sepi! Pedagang UMKM Terpaksa Bayar Listrik Dua Kali Hingga Hadapi Kenaikan Harga Sewa

Genvoice.id | 05 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, ada kabar baru nih di Blok M! Jadi, para pedagang UMKM kuliner di kawasan Plaza 2, Blok M, Jakarta Selatan, lagi pusing tujuh keliling. Mereka ngaku harus membayar sewa kios dua kali gara-gara ada koperasi yang bermain curang.

Awalnya, mereka sudah rutin bayar sewa ke Koperasi Pedagang Pasar Pusat Melawai Blok M (Kopema) dari Januari sampai Mei 2025. Eh, tiba-tiba di bulan Juli, listrik di kios mereka mendadak mati.

Ternyata, PT MRT Jakarta selaku pengelola resmi kawasan itu mengatakan kalau mereka tidak pernah terima pembayaran sewa dari para pedagang.

Oknum Koperasi Dituding Main Kotor

Wira (30), salah satu pedagang, mengaku kalau mereka syok banget. "Lah, ini selama ini kami sudah bayar nih, sudah bayar ke pihak ketiga ini, si oknum koperasi ini. Dan ternyata infonya belum dibayarkan," kata Wira.

Agar listrik menyala lagi, para pedagang diminta untuk bayar lagi langsung ke PT MRT Jakarta untuk periode Januari-Mei dengan harga sewa asli yang ternyata hanya Rp 500.000. Padahal, selama ini mereka bayar dengan harga berbeda ke Kopema.

Nah, masalahnya tidak berhenti di situ, Gen. Ketika tagihan baru untuk periode Juli-Agustus keluar, Kopema justru menaikkan harga sewa. Ini membuat para pedagang geram dan akhirnya sepakat untuk hengkang dari kios.

"Kami sepakat untuk, 'ayo, kita keluar saja sudah, kita enggak usah bayar untuk pembayaran di dua bulan ini,'. Karena benar-benar enggak jelas nih perhitungannya," jelas Wira.

Keputusan ini bikin Ketua Kopema, Sutama alias Tomo, emosi. Dia menuding balik para pedagang, mengatakan mereka merusak kios dan memfitnah dirinya. "Nomor satu: dia belum mau bayar, nomor dua: dia ngerusak kios, nomor tiga: memfitnah saya," tegas Tomo.

Gubernur Jakarta Turun Tangan

Masalah ini ternyata sampai ke telinga Gubernur Jakarta Pramono Anung. Beliau langsung turun tangan dan meminta PT MRT Jakarta untuk menghentikan kerja sama dengan koperasi bermasalah itu.

Gubernur Pramono mengatakan, ini karena banyak keluhan dari pedagang yang tidak kuat bayar sewa karena harganya melonjak tak masuk akal. "Kalau mereka (koperasi) tidak memenuhi apa yang menjadi kesepakatan, maka saya minta untuk di-postpone, kerjasamanya dihentikan saja," kata beliau.

Saat melihat langsung ke lokasi, Pramono menemukan kalau tarif sewa yang ditagihkan oknum koperasi ini bisa lebih dari Rp 1,5 juta per bulan, padahal kesepakatan awal harusnya antara Rp 300.000 sampai Rp 1,5 juta. Semoga aja masalah ini cepat selesai dan para pedagang UMKM bisa jualan dengan tenang ya, Gen!