Buntut Aksi Boikot, Recording Academy Hapus Video Penampilan BTS dari Situs Grammy, ARMY Murka!
JAKARTA, GENVOICE.ID -Penyelenggara Grammy Awards, Recording Academy, kembali menuai kontroversi dan dihujani kritik tajam dari publik serta ARMY di seluruh dunia. Gelombang protes ini memuncak usai penampakan aksi panggung spektakuler BTS saat membawakan lagu Dynamite (2021) dan Butter (2022) mendadak hilang dari portal resmi Recording Academy.
Langkah penghapusan klip tersebut diduga kuat merupakan respons atas keputusan tegas ketujuh personel BTS yang memilih untuk memboikot ajang penghargaan musik bergengsi tersebut akibat hadirnya kategori baru yang dinilai diskriminatif.
Kronologi Penghapusan Video dan Kontroversi Kategori Baru Grammy
Aksi penghapusan video siaran langsung penampilan BTS di situs resmi Grammys berhembus usai para anggota BTS merilis pernyataan bersama pada 29 Juli.
Dalam keterangan resminya, grup asal Korea Selatan tersebut mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan mendaftarkan satu pun karya musik untuk ajang 69th Grammy Awards yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2027. BTS menegaskan komitmen mereka agar karya musik dapat dihargai secara murni tanpa dibatasi oleh sekat bahasa maupun batasan geografis.
Keputusan boikot ini dipicu oleh manuver Recording Academy yang meluncurkan kategori baru bertajuk Best Asian Pop Music Performance. Kategori tersebut mewajibkan lagu pendaftar memiliki setidaknya satu elemen bahasa Asia.
Aturan baru ini dinilai merugikan BTS sebab album studio terbaru mereka, ARIRANG, didominasi oleh lirik bahasa Inggris. Para kritikus dan pengamat industri menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk pengotak-kotakkan terselubung agar musisi Asia tidak menembus kategori utama seperti Song of the Year.
Sikap tegas BTS menuai sokongan luas dari berbagai pihak di Korea Selatan, salah satunya CEO Hyundai Card, Ted Chung. Penggagas konser internasional ternama ini mempertanyakan relevansi pemisahan kategori berdasarkan bahasa, seraya membandingkannya dengan musisi Latin seperti Bad Bunny atau Ricky Martin yang lagunya tetap dinikmati secara global tanpa sekat.
Sadar akan gejolak yang terjadi, CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. menyampaikan rasa prihatinnya atas absennya BTS, meski ia mengklaim tetap menghormati keputusan tersebut dan membela kategori baru itu sebagai upaya memperluas apresiasi bagi musisi Asia.
Kendati demikian, Recording Academy hingga saat ini belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik lenyapnya rekaman video penampilan BTS dari situs mereka.
Sebagai bentuk perlawanan, para penggemar BTS (ARMY) di berbagai penjuru dunia kompak membagikan ulang potongan video aksi panggung idola mereka di berbagai platform media sosial. Mereka menegaskan bahwa penghapusan klip di situs web tidak akan pernah sanggup mengikis rekam jejak dan prestasi bersejarah yang telah diukir BTS di panggung musik dunia.
Perselisihan antara BTS dan Recording Academy ini memperlihatkan dinamika kompleks dalam industri musik global, di mana pengakuan terhadap karya seni kian menuntut kesetaraan tanpa sekat bahasa. Meski langkah penghapusan video memicu kekecewaan publik, dukungan masif dari penggemar global membuktikan bahwa pencapaian serta rekam jejak prestasi BTS tetap solid dan tak tergoyahkan di panggung internasional.