Societeit de Harmonie bersama Natasya Elvira Hadirkan 'Kutukan', Potret Jujur Cinta yang Menyesakkan

Genvoice.id | 05 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Societeit de Harmonie kembali menyapa penikmat musik Tanah Air lewat kolaborasi emosional bersama Natasya Elvira dalam single terbaru berjudul "Kutukan". Dirilis pada 18 Juli 2025, lagu ini hadir sebagai luapan kejujuran dari hubungan penuh konflik yang kerap membelenggu banyak orang tanpa mereka sadari.

"Lagu ini berasal dari emotional state saya yang sedang kurang stabil, semacam loop yang berulang," ungkap Natasya dalam wawancara eksklusif. Ia menciptakan lirik dan nada dalam satu malam, sebuah proses yang baginya datang begitu alami namun menyimpan beban emosional yang dalam. Inspirasi tersebut kemudian dikembangkan dalam aransemen khas Societeit de Harmonie yang dikenal lewat nuansa vintage dan sentuhan dramatis.

Berbeda dengan karya-karya sebelumnya, "Kutukan" membawa narasi yang lebih mentah dan personal. Lagu ini menyorot dinamika komunikasi yang membingungkan, di mana maksud yang tak sampai menjadi pemicu pertengkaran. "Sering kali maksud dia A, tapi aku nerimanya B. Begitu juga sebaliknya," jelas Natasya.

Kesederhanaan struktur lagu ternyata menjadi kekuatan tersendiri saat diproduksi lebih lanjut oleh Pradhana Setya Kusuma dan tim Societeit. Andy sebagai pianis turut memberikan warna emosional lewat permainan nada yang merepresentasikan detak jantung hubungan yang tidak stabil. "Mas Gomez bisa elevate the meaning dan meng-highlight betapa menyeramkannya hubungan toksik ini," tambah Natasya.

Tak hanya tampil sebagai penulis dan vokalis, Natasya juga memegang peran sebagai manajer proyek. Hal ini membuat keterlibatannya dalam proses produksi semakin mendalam. Ia merasa tanggung jawab tersebut menambah nilai emosional pada karya ini. "Ini proyek dari hati banget lah," katanya, menyinggung peran penting tim termasuk Anggita Chandra Utama dalam meramu setiap detail produksi.

Melalui "Kutukan", Natasya berharap pendengar bisa lebih peka terhadap hubungan yang mereka jalani. Ia ingin lagu ini menjadi semacam pelukan dan alarm bagi mereka yang mungkin belum menyadari bahwa mereka berada dalam hubungan yang tidak sehat. "Jangankan tahu salah atau benar, sadar saja kadang susah," ucapnya penuh empati.

Menariknya, "Kutukan" bukanlah akhir. Lagu ini merupakan pembuka dari rangkaian karya yang akan hadir dalam EP mendatang. Natasya menutup obrolan dengan sedikit teka-teki, "Lagunya sudah ada, tapi belum siap didengar."

Dengan "Kutukan", Societeit de Harmonie dan Natasya Elvira membuktikan bahwa musik bisa menjadi sarana refleksi diri-mengenal luka, mengakui rasa, dan akhirnya menemukan harapan.