Google Resmi Luncurkan AI Pemburu Bug, Temukan 20 Celah Keamanan Sekaligus

Genvoice.id | 05 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Google baru saja membuat gebrakan besar di dunia keamanan siber, dengan sistem kecerdasan buatan (AI) miliknya yang bernama Big Sleep yang telah resmi melaporkan kumpulan kerentanan keamanan pertama dan ini bisa jadi titik awal revolusi dalam pencarian bug otomatis!

Dilansir dari TechCrunch pada Senin (4/8), Wakil Presiden Bidang Keamanan Google, Heather Adkins, menyatakan bahwa Big Sleep, hasil kolaborasi antara divisi AI DeepMind dan tim elit pemburu bug Project Zero, berhasil menemukan 20 celah keamanan di berbagai perangkat lunak sumber terbuka populer.

Beberapa target bug yang ditemukan termasuk FFmpeg (pustaka audio dan video) serta ImageMagick, perangkat lunak penyunting gambar yang banyak digunakan secara luas.

"Untuk memastikan laporan yang berkualitas tinggi dan dapat ditindaklanjuti, kami melibatkan pakar manusia sebelum melaporkan, namun setiap kerentanan ditemukan dan direproduksi oleh agen AI tanpa intervensi manusia," ujar juru bicara Google, Kimberly Samra.

Sementara detail dampak dan tingkat keparahan belum diungkapkan, karena bug belum diperbaiki, para ahli menyambut ini sebagai langkah besar menuju otomatisasi penemuan celah keamanan.

Royal Hansen, Wakil Presiden Bidang Teknik Google, menyebut temuan ini sebagai sinyal masuknya dunia keamanan siber ke "era baru penemuan kerentanan otomatis."

Tak hanya Big Sleep, pemain lain dalam ekosistem AI bug hunter juga mulai unjuk gigi, termasuk RunSybil dan XBOW. Bahkan, XBOW pernah merajai papan peringkat platform bug bounty ternama, HackerOne.

Namun, meskipun menjanjikan, teknologi ini bukan tanpa masalah. Vlad Ionescu, CTO dan salah satu pendiri RunSybil, memperingatkan soal tingginya potensi halusinasi AI-di mana laporan bug yang diajukan ternyata tidak nyata.

"Kami menerima banyak laporan yang terlihat seperti emas, tetapi sebenarnya hanya sampah," ujarnya.

Beberapa pengelola proyek perangkat lunak bahkan mulai menyebut fenomena ini sebagai "AI slop", sindiran bagi laporan palsu yang dihasilkan oleh AI tanpa dasar teknis kuat.

Meski begitu, dengan dukungan tim berpengalaman seperti Project Zero dan sumber daya luar biasa dari DeepMind, Big Sleep dianggap sebagai pionir yang sah dalam dunia AI pemburu bug.