Timnas Inggris Diperbolehkan Konsumsi Obat Kelamin saat Hadapi Meksiko, Ternyata Ini Alasannya

Genvoice.id | 05 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Timnas Inggris akan menghadapi tantangan berat saat bertemu tuan rumah Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Senin (6/7). Selain kualitas lawan, skuad The Three Lions juga harus beradaptasi dengan kondisi Mexico City yang berada di ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena udara yang lebih tipis dapat memengaruhi stamina dan daya tahan pemain. Pelatih Thomas Tuchel sebelumnya mengakui Inggris memiliki waktu yang sangat terbatas untuk menyesuaikan diri dengan ketinggian setelah memastikan lolos dari babak sebelumnya.

Di tengah pembahasan mengenai tantangan bermain di dataran tinggi, muncul fakta menarik bahwa Viagra atau obat yang mengandung sildenafil tidak termasuk dalam daftar zat terlarang milik World Anti-Doping Agency (WADA). Artinya, penggunaan obat tersebut diperbolehkan dari sisi regulasi antidoping, meski tidak ada indikasi para pemain Inggris akan mengonsumsinya pada laga melawan Meksiko.

Mengapa Viagra Dikaitkan dengan Pertandingan di Dataran Tinggi?

Selama ini Viagra lebih dikenal sebagai obat untuk mengatasi disfungsi ereksi. Namun, sildenafil pada awalnya dikembangkan untuk membantu menangani tekanan darah tinggi, termasuk tekanan darah pada pembuluh paru-paru.

Cara kerja sildenafil adalah melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah dan oksigen menjadi lebih lancar. Efek inilah yang membuat obat tersebut sempat diteliti sebagai salah satu cara membantu tubuh beradaptasi ketika berada di daerah berketinggian, di mana kadar oksigen lebih rendah dibandingkan wilayah dekat permukaan laut.

Meski demikian, hasil penelitian menunjukkan manfaatnya tidak selalu signifikan. Dalam proyek riset yang didukung WADA pada 2015, sildenafil memang dilaporkan mampu meningkatkan performa sebagian atlet saat beraktivitas di ketinggian lebih dari 3.800 meter, bahkan hingga lebih dari 35 persen pada beberapa individu.

Namun, penelitian yang sama juga menyimpulkan bahwa manfaat tersebut relatif kecil bagi sebagian besar atlet ketahanan yang bertanding di lokasi dengan ketinggian di bawah 4.000 meter. Dengan kata lain, belum ada bukti kuat bahwa sildenafil dapat meningkatkan performa secara konsisten pada pertandingan seperti di Stadion Azteca.

Pernah Digunakan Klub Sepak Bola

Pemanfaatan sildenafil dalam dunia sepak bola bukan isu baru. Pada 2019, klub Argentina Union de Santa Fe dikabarkan menggunakan obat tersebut saat menjalani pertandingan di Estadio Olímpico Atahualpa, Ekuador, yang berada di ketinggian sekitar 2.850 meter di atas permukaan laut.

Isu serupa juga sempat mencuat menjelang Piala Dunia 2010. Saat itu beredar laporan bahwa Timnas Inggris era Fabio Capello mempertimbangkan penggunaan Viagra untuk membantu adaptasi di Afrika Selatan.

Namun, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) langsung membantah kabar tersebut. Dalam pernyataannya, FA menegaskan tim medis memang melakukan berbagai penelitian terkait persiapan menghadapi turnamen, tetapi tidak pernah ada rencana memberikan Viagra kepada para pemain.

Kisah Unik Carlton Cole

Mantan penyerang Timnas Inggris, Carlton Cole, pernah membagikan pengalaman lucu terkait Viagra saat menjalani pemusatan latihan bersama tim nasional.

Cole mengaku tanpa sadar meminum pil tersebut setelah diberi oleh rekan-rekannya, termasuk Wayne Rooney dan Jermain Defoe, yang mengatakan obat itu merupakan suplemen baru.

"Mereka bilang itu suplemen baru, jadi saya meminumnya. Baru setelah semua orang tertawa saya diberi tahu bahwa itu ternyata Viagra," kenang Cole.

Ia kemudian menutup ceritanya dengan candaan.

"Hari itu banyak hal terjadi saat latihan. Saya mungkin menjadi pemain paling cepat di lapangan," ujarnya.

Meski penggunaan sildenafil tidak melanggar aturan antidoping, hingga saat ini tidak ada laporan maupun pernyataan resmi yang menunjukkan Timnas Inggris akan menggunakan obat tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.