Mbappe Geram Usai Prancis Singkirkan Paraguay, Sebut Les Bleus Tak Takut Main Kotor
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kylian Mbappe melontarkan kritik tajam terhadap gaya permainan Paraguay setelah Prancis memastikan kemenangan 1-0 pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Menurut sang kapten, laga berlangsung keras dan dipenuhi pelanggaran, tetapi lawan mereka sama sekali tidak menerima kartu kuning.
Pertandingan yang berlangsung sengit itu diwarnai banyak duel fisik. Sejumlah pemain Paraguay, seperti Matías Galarza, Juan Cáceres, Gustavo Velázquez, hingga Omar Alderete, beberapa kali terlibat kontak keras dengan para pemain Prancis.
Meski menjadi sasaran tekel dan pelanggaran, Prancis tetap berhasil mengamankan tiket ke semifinal. Ironisnya, Les Bleus justru mengakhiri pertandingan dengan tiga kartu kuning, sementara Paraguay tidak mendapat satu pun kartu dari wasit.
Mbappe mengaku timnya sengaja menunjukkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika mendapat perlakuan keras dari lawan.
"Kami menunjukkan kepada Paraguay bahwa jika mereka ingin bermain kotor, kami juga bisa melakukannya," ujar Mbappe.
Ia menilai Paraguay lebih banyak mengandalkan permainan fisik daripada mencoba memainkan sepak bola.
"Kalau mereka berbicara kasar kepada kami, kami akan membalas. Paraguay datang bukan untuk bermain sepak bola, tetapi kami menunjukkan bagaimana seharusnya permainan itu dimainkan," lanjutnya.
Penyerang Prancis tersebut juga menegaskan Les Bleus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi di lapangan.
"Kalau kami harus bermain keras, kami juga siap. Mereka mungkin mengira kami hanya bisa bermain indah, tetapi kami bisa bertarung secara fisik. Kami membuktikan bahwa kami bukan hanya tim yang mengandalkan sepak bola menyerang," katanya.
Pernyataan senada disampaikan Rayan Cherki, yang masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua. Gelandang muda itu mempertanyakan keputusan wasit yang tidak mengeluarkan kartu kuning untuk Paraguay meski pelanggaran terus terjadi sepanjang pertandingan.
"Saya tidak mengerti bagaimana Paraguay bisa melakukan begitu banyak pelanggaran tanpa menerima kartu kuning," kata Cherki.
Ia menambahkan kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa Prancis siap menghadapi pertandingan dengan tensi tinggi.
"Hari ini kami menunjukkan kepada siapa pun yang ingin berperang melawan kami bahwa kami siap," ucapnya.
Usai peluit panjang dibunyikan, para pemain Prancis merayakan kemenangan mereka di depan para pemain Paraguay. Aksi tersebut sempat memicu ketegangan dan adu mulut antarpemain, meski situasi tidak berlangsung lama dan berhasil diredam.
Berkat kemenangan tipis itu, Prancis melaju ke semifinal Piala Dunia 2026. Les Bleus selanjutnya akan menghadapi Maroko dalam perebutan satu tempat di partai final.