Azzedine Ounahi, Sosok di Balik Lolosnya Maroko ke Perempat Final Piala Dunia 2026!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Maroko kembali membuktikan kalau kesuksesan mereka di Piala Dunia 2022 bukan sekadar keberuntungan. Setelah kembali tampil solid di edisi 2026, Singa Atlas sukses mengamankan tiket ke babak perempat final usai mengalahkan Kanada dengan skor telak 3-0 pada laga 16 besar di Houston.
Meski babak pertama berakhir tanpa gol, permainan Maroko berubah drastis setelah turun minum. Salah satu pemain yang paling mencuri perhatian adalah Azzedine Ounahi. Gelandang kreatif tersebut tampil luar biasa dengan mencetak dua gol yang menjadi pembuka jalan kemenangan timnya.
Penampilan gemilang Ounahi kembali membuat namanya jadi perbincangan. Jika sebelumnya ia dikenal sebagai gelandang yang piawai mengatur tempo permainan, kini pemain berusia 26 tahun itu menunjukkan bahwa dirinya juga punya insting mencetak gol yang mematikan.
Berkat kontribusinya, Maroko semakin percaya diri untuk melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Lalu, siapa sebenarnya sosok Azzedine Ounahi yang kini menjadi jenderal lini tengah Singa Atlas?
Dari Akademi di Casablanca hingga Bersinar di Eropa
Azzedine Ounahi lahir di Casablanca, Maroko, pada 19 April 2000. Kecintaannya terhadap sepak bola sudah terlihat sejak kecil saat bergabung dengan akademi Raja Casablanca. Bakatnya kemudian membawanya menimba ilmu di Akademi Mohammed VI, salah satu pusat pembinaan pemain muda terbaik di Maroko.
Meski memiliki potensi besar, perjalanan menuju level tertinggi tidak berjalan mudah. Ounahi sempat merantau ke Prancis dan memperkuat tim cadangan Strasbourg. Sayangnya, ia gagal menembus skuad utama karena ketatnya persaingan.
Alih-alih menyerah, Ounahi memilih membangun karier dari bawah bersama US Avranches yang bermain di kasta ketiga Liga Prancis. Kesempatan bermain secara reguler membuat kemampuannya berkembang pesat, terutama sebagai gelandang box-to-box yang aktif membantu menyerang maupun bertahan.
Performa apiknya kemudian menarik perhatian Angers yang merekrutnya pada 2021. Di Ligue 1, Ounahi mulai dikenal berkat kemampuan menggiring bola di ruang sempit, visi bermain yang tajam, dan keberaniannya membawa bola hingga ke area pertahanan lawan.
Piala Dunia 2022 Jadi Titik Balik Kariernya
Nama Ounahi mulai benar-benar mendunia ketika tampil di Piala Dunia 2022 bersama Maroko. Ia menjadi bagian penting dari trio lini tengah bersama Sofyan Amrabat dan Selim Amallah yang membawa Singa Atlas mencetak sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.
Permainannya yang tenang dan penuh percaya diri membuat banyak pihak terpukau. Ia mampu mengendalikan ritme pertandingan saat menghadapi tim-tim besar seperti Belgia, Spanyol, hingga Portugal.
Bahkan, pelatih Spanyol saat itu, Luis Enrique, secara terbuka mengaku terkesan dengan kualitas Ounahi usai kedua tim bertemu di babak 16 besar. Pujian tersebut semakin mengangkat namanya di panggung sepak bola dunia.
Tak lama setelah turnamen berakhir, Olympique Marseille langsung merekrutnya pada bursa transfer Januari 2023 sebagai investasi jangka panjang.
Sempat Kesulitan, Kini Bersinar Bersama Girona
Karier Ounahi di Marseille memang tidak selalu berjalan mulus. Persaingan yang ketat membuat menit bermainnya sempat berkurang, ditambah beberapa masalah kebugaran yang menghambat performanya.
Demi kembali menemukan ritme permainan, ia sempat dipinjamkan ke Panathinaikos di Liga Yunani. Pengalaman tersebut membuat permainannya semakin matang sebelum akhirnya memulai petualangan baru bersama Girona pada musim panas 2025.
Di La Liga, Ounahi berkembang menjadi gelandang yang jauh lebih komplet. Ia bukan hanya mengatur aliran bola dari lini tengah, tetapi juga lebih sering masuk ke kotak penalti lawan untuk membantu mencetak gol maupun menciptakan peluang.
Perubahan gaya bermain itu terlihat jelas saat menghadapi Kanada. Dua gol yang ia cetak menjadi bukti bahwa kini dirinya mampu memberikan ancaman langsung di depan gawang lawan.
Jadi Motor Generasi Emas Maroko
Sejak menjalani debut bersama tim nasional senior pada 2022, Ounahi hampir selalu menjadi pilihan utama di lini tengah Maroko.
Keunggulan utamanya ada pada kemampuan membaca permainan, menjaga penguasaan bola di bawah tekanan, hingga menghubungkan lini belakang dan lini depan melalui umpan-umpan progresif. Di sisi lain, ia juga disiplin membantu pertahanan ketika tim kehilangan bola.
Pada Piala Dunia 2026, pelatih Mohamed Ouahbi memberinya peran yang lebih menyerang. Hasilnya langsung terlihat lewat dua gol ke gawang Kanada yang mengantar Maroko melaju ke babak perempat final.
Dengan usia yang masih berada dalam masa emas seorang pesepak bola, Ounahi diprediksi akan terus menjadi pemain penting bagi Maroko dalam beberapa tahun ke depan. Jika mampu menjaga konsistensi performanya, bukan tidak mungkin ia akan dikenang sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Singa Atlas dan menjadi simbol kebangkitan sepak bola Maroko di level dunia.