Apa Itu Hyrox? Tren Sehat Viral yang Disebut "Olahraga Kuli" Versi Fancy

Genvoice.id | 05 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Hyrox tengah menjadi salah satu tren kebugaran yang ramai diperbincangkan di Indonesia. Seiring meningkatnya popularitas kompetisi fitness racing ini, muncul pula celetukan di media sosial yang menyebut Hyrox sebagai "olahraga kuli" versi lebih fancy.

Julukan tersebut muncul karena beberapa gerakan dalam Hyrox dianggap mirip dengan aktivitas fisik yang biasa dilakukan pekerja bangunan, seperti memanggul karung, mendorong beban, hingga membawa barang berat. Lantas, benarkah anggapan tersebut?

Apa Itu Hyrox?

Hyrox merupakan kompetisi kebugaran berskala internasional yang menggabungkan lari dengan latihan fungsional (functional training). Format perlombaannya sama di seluruh dunia.

Peserta harus menyelesaikan lari sejauh 1 kilometer yang kemudian dilanjutkan dengan satu tantangan latihan fungsional. Rangkaian tersebut diulang sebanyak delapan kali sehingga total peserta menempuh lari sejauh 8 kilometer dan menyelesaikan delapan jenis latihan kekuatan.

Berbeda dengan lomba lari biasa atau kompetisi angkat beban, Hyrox menguji daya tahan tubuh, kekuatan otot, hingga kemampuan menjaga konsistensi selama perlombaan.

Mengapa Disebut Mirip "Olahraga Kuli"?

Ada delapan tantangan utama yang harus diselesaikan peserta Hyrox, yaitu:

  • SkiErg

  • Sled Push

  • Sled Pull

  • Burpee Broad Jumps

  • Rowing

  • Farmers Carry

  • Sandbag Lunges

  • Wall Balls

Beberapa gerakan memang terlihat serupa dengan aktivitas pekerja bangunan. Misalnya, Sandbag Lunges mengharuskan peserta memanggul karung pasir sambil melakukan lunge, yang sekilas menyerupai pekerja mengangkat karung semen.

Sementara itu, Farmers Carry dilakukan dengan membawa dua beban berat di kedua tangan, mirip saat membawa ember berisi material bangunan. Begitu pula Sled Push yang mengharuskan peserta mendorong kereta beban, sehingga kerap disamakan dengan mendorong gerobak pasir.

Kemiripan visual inilah yang kemudian memunculkan candaan bahwa Hyrox adalah "olahraga kuli" dalam versi modern atau lebih mewah.

Kata Dokter soal Anggapan Itu

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Andhika Raspati, SpKO, menilai memang ada kesamaan dari sisi pola gerakan. Namun, menurutnya, latihan Hyrox tidak bisa disamakan begitu saja dengan aktivitas pekerja bangunan.

Ia menjelaskan pekerjaan fisik dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan, sedangkan Hyrox merupakan latihan yang dirancang secara sistematis dengan jumlah repetisi, set, intensitas, hingga beban yang telah diukur.

Dengan kata lain, meski gerakannya tampak mirip, tujuan dan konsep di balik keduanya sangat berbeda.

Manfaat Functional Training

Sebagian besar tantangan dalam Hyrox mengadopsi prinsip functional training atau latihan fungsional, yaitu jenis latihan yang meniru gerakan sehari-hari seperti mengangkat barang, duduk, berdiri, berjalan, hingga melompat.

Berbeda dengan latihan bodybuilding yang umumnya hanya melatih satu kelompok otot tertentu, latihan fungsional melibatkan banyak otot dan persendian secara bersamaan dalam satu gerakan.

Menurut dr. Andhika, Hyrox termasuk latihan hybrid karena mampu melatih sistem kardiovaskular sekaligus meningkatkan kekuatan otot dalam satu sesi latihan.

Artinya, peserta tidak hanya melatih daya tahan jantung dan paru-paru, tetapi juga kekuatan tubuh secara menyeluruh.

Tidak Cocok untuk Semua Orang

Meski menawarkan banyak manfaat, Hyrox bukan olahraga yang bisa langsung diikuti tanpa persiapan.

Latihan dengan intensitas tinggi tersebut membutuhkan kondisi fisik yang memadai serta penguasaan teknik gerakan yang benar agar risiko cedera dapat diminimalkan.

Bagi pemula, dr. Andhika menyarankan untuk lebih dahulu fokus mempelajari teknik setiap gerakan sebelum mengejar jumlah repetisi atau waktu penyelesaian.

Jadi, meski candaan bahwa Hyrox adalah "olahraga kuli" versi fancy cukup menghibur karena adanya kemiripan beberapa gerakan, keduanya sebenarnya memiliki tujuan yang sangat berbeda. Hyrox merupakan olahraga kompetitif dengan program latihan yang terstruktur, sedangkan aktivitas pekerja bangunan dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari, bukan untuk melatih kebugaran atau mengejar performa olahraga.