4 Kontroversi Hong Myung-bo yang Memicu Kemarahan Publik usai Korea Selatan Tersingkir dari Piala Dunia 2026
JAKARTA, GENVOICE.ID- Kegagalan Tim Nasional Korea Selatan melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Tidak hanya tersingkir lebih awal usai hanya mengoleksi tiga poin di fase grup, hasil tersebut juga memicu gelombang kritik besar yang mengarah kepada pelatih Hong Myung-bo.
Berbeda dengan Jepang yang tetap memberikan dukungan kepada pelatih Hajime Moriyasu meski gagal melangkah lebih jauh, publik Korea Selatan justru meluapkan kekecewaannya kepada Hong. Tekanan yang terus menguat akhirnya membuat mantan bek legendaris Taeguk Warriors itu mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala.
Kemarahan suporter ternyata bukan semata-mata karena hasil di lapangan. Ada sejumlah kontroversi yang telah membayangi Hong Myung-bo sejak sebelum Piala Dunia dimulai hingga setelah Korea Selatan dipastikan tersingkir.
1. Penunjukannya sebagai Pelatih Dinilai Tidak Transparan
Kontroversi pertama sudah muncul ketika Hong Myung-bo ditunjuk sebagai pelatih Timnas Korea Selatan menggantikan Jurgen Klinsmann.
Saat itu, banyak pihak memperkirakan federasi akan memilih pelatih asing karena sejumlah nama besar, termasuk Jesse Marsch, masuk dalam daftar kandidat. Namun, KFA justru menunjuk Hong sebagai pelatih kepala.
Keputusan tersebut memicu tudingan bahwa proses pemilihannya tidak berjalan secara terbuka. Mantan pemain Timnas Korea Selatan, Park Joo-ho, yang saat itu menjadi anggota komite pemilihan pelatih, bahkan mengklaim proses seleksi tidak dilakukan sebagaimana mestinya.
Polemik semakin membesar setelah audit pemerintah Korea Selatan pada akhir 2024 menyimpulkan bahwa proses pemecatan Klinsmann maupun penunjukan Hong tidak dilakukan secara transparan. Audit juga menemukan adanya dugaan pelanggaran prosedur dalam proses pengambilan keputusan di tubuh KFA.
Temuan tersebut membuat kepercayaan publik terhadap federasi sepak bola Korea Selatan ikut menurun.
2. Keputusan Taktik di Piala Dunia Dipertanyakan
Penampilan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 turut memunculkan kritik terhadap keputusan-keputusan taktis Hong Myung-bo.
Sorotan terbesar muncul pada laga terakhir fase grup ketika menghadapi Afrika Selatan. Banyak pengamat dan suporter mempertanyakan keputusan Hong yang mencadangkan kapten tim Son Heung-min sejak menit awal.
Selain itu, pergantian pemain yang dinilai terlambat, pergantian bek tengah Kim Min-jae saat tim masih mengejar ketertinggalan, hingga tidak memberikan kesempatan kepada gelandang muda Jens Castrop juga menuai kritik.
Usai pertandingan, Hong mengaku masih mencari penyebab kegagalan timnya. Ia sempat menyebut faktor cuaca dan kelembapan di Monterrey sebagai salah satu tantangan yang memengaruhi performa para pemain.
Namun, penjelasan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh publik yang menilai kesalahan terbesar justru berasal dari strategi yang diterapkan sang pelatih.
3. Konferensi Pers Pengunduran Diri Tuai Kontroversi
Tak lama setelah Korea Selatan dipastikan gagal melaju ke fase berikutnya, Hong Myung-bo menggelar konferensi pers di Meksiko.
Alih-alih menjawab pertanyaan wartawan mengenai evaluasi tim, Hong hanya membacakan pernyataan pengunduran dirinya sebelum meninggalkan ruangan.
Sikap tersebut dinilai kurang menghargai media maupun publik yang menantikan penjelasan mengenai kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026.
Rekaman yang memperlihatkan Hong keluar dari ruangan dengan tangan berada di dalam saku juga ramai diperbincangkan di media sosial dan semakin memicu kritik.
4. Dinilai Tidak Menunjukkan Penyesalan kepada Suporter
Kontroversi kembali berlanjut saat skuad Korea Selatan tiba di Bandara Incheon usai tersingkir dari Piala Dunia.
Ratusan suporter telah menunggu kedatangan tim untuk menyampaikan kekecewaan mereka. Namun, Hong dinilai tidak memberikan respons yang diharapkan publik.
Ia langsung meninggalkan bandara tanpa memberikan pernyataan kepada media maupun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para pendukung.
Sikap tersebut dianggap sebagai bentuk kurangnya empati terhadap para penggemar yang kecewa dengan hasil tim nasional.
Kemarahan Publik Terus Berlanjut
Meski Hong Myung-bo telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Korea Selatan, kritik terhadapnya belum juga mereda.
Dalam beberapa hari terakhir, media sosial dipenuhi berbagai bentuk protes. Bahkan, muncul poster bertuliskan "Hong Myung-bo Dilarang Masuk" yang dipasang di sejumlah restoran Korea, tidak hanya di Korea Selatan tetapi juga dilaporkan mulai bermunculan di Amerika Serikat.
Fenomena tersebut menjadi simbol besarnya kekecewaan sebagian publik terhadap sosok yang pernah menjadi kapten sekaligus legenda sepak bola Korea Selatan itu. Kini, perhatian masyarakat pun tertuju pada langkah Korea Football Association (KFA) dalam mencari pelatih baru yang diharapkan mampu mengembalikan prestasi Taeguk Warriors di turnamen internasional berikutnya.