Tragedi Juliana Marins di Rinjani, Yusril Minta Hubungan Indonesia-Brasil Tak Retak, Ini Penjelasan Lengkap Pemerintah!

Genvoice.id | 05 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Indonesia angkat bicara soal insiden tragis meninggalnya warga negara Brasil, Juliana Marins, yang terjatuh ke jurang sedalam 600 meter di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (26/6).

Dilansir dari Antara, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan pentingnya menjaga hubungan diplomatik Indonesia-Brasil agar tidak terganggu oleh insiden ini.

"Hubungan baik serta kerja sama bilateral antara Indonesia dan Brasil harus tetap dijaga, dan tidak boleh terganggu dengan insiden kematian Juliana Marins ini," tegas Yusril.

Pernyataan ini disampaikan di tengah kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Brasil dalam rangka menghadiri pertemuan negara-negara anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), yang dinilai sebagai forum penting bagi stabilitas ekonomi global.

Yusril menjelaskan bahwa insiden tersebut murni kecelakaan alam yang dapat menimpa siapa pun, mengingat medan Gunung Rinjani yang curam dan cuaca ekstrem yang melanda saat itu. Ia juga mengakui bahwa proses evakuasi tidak secepat harapan keluarga korban, karena helikopter tidak bisa digunakan akibat medan berbatu dan tebing curam.

"Gunung Rinjani itu tebing tropis, bukan salju seperti di Himalaya. Jadi evakuasi hanya bisa dilakukan secara vertikal manual oleh tim SAR dan relawan," ujar Yusril.

Hasil autopsi menyebutkan bahwa Juliana meninggal antara 15 hingga 30 menit setelah jatuh, akibat luka parah dan kerusakan organ. Keluarga korban sempat menduga korban masih hidup saat jatuh dan mempertanyakan waktu pertolongan yang dianggap lambat.

Namun menurut Yusril, secara medis, "Secepat apa pun pertolongan datang, menyelamatkan korban dari jatuh setinggi itu hampir mustahil."

Pemerintah Indonesia telah mempersilakan permintaan keluarga untuk melakukan autopsi ulang di Brasil. Yusril mengatakan, jika prosedur forensik dilakukan sesuai standar internasional, hasilnya diperkirakan tidak akan berbeda jauh.

Dalam penanganan kasus ini, Yusril menegaskan telah berkoordinasi dengan Menko Polhukam Budi Gunawan dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Pemerintah juga telah menjelaskan secara terbuka proses evakuasi, hasil autopsi, serta kendala teknis yang dihadapi di lapangan.

"Pemerintah sangat fokus dan berduka atas kematian Juliana. Kami ingin semua pihak memahami bahwa ini murni kecelakaan di alam liar," katanya.