Jembatan Rp3,4 Miliar di India Viral Gegara Tikungan 90 Derajat, Netizen: Kayak Ujung Celurit!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, dunia maya lagi rame bahas soal jembatan nyeleneh yang ada di India. Bukan karena roboh atau ambruk, tapi karena bentuknya yang unik banget-bahkan bisa dibilang ngeri. Sebuah flyover alias jembatan layang di kawasan Aishbagh mendadak viral gara-gara punya tikungan super tajam, nyaris 90 derajat! Netizen pun langsung heboh dan menjulukinya mirip "ujung celurit".
Video penampakan jembatan itu pertama kali mencuat dari media lokal, lalu diunggah ulang akun Instagram @lambe_turah pada Sabtu, 5 Juli 2025. Dalam klip yang beredar, terlihat jelas bagian atas flyover itu belum dilewati kendaraan, alias masih dalam proses pembangunan. Tapi yang mencuri perhatian jelas bentuknya yang gak biasa-habis tanjakan, langsung dibelokin tajam ke kanan kayak main game balap versi ekstrim.
Gak butuh waktu lama, warganet pun ramai-ramai nyinyir soal desain jembatan ini. Bahkan ada yang bilang, "Ini mah bukan jembatan, tapi sirkuit Formula 1 tingkat dewa," tulis salah satu komentar.
Dilansir dari The Economic Times, gara-gara kehebohan ini, sejumlah pihak langsung kena getahnya. Total tujuh insinyur, termasuk dua kepala teknisi, resmi diberhentikan. Bahkan seorang pensiunan pengawas proyek pun ikut terseret. Tak sampai di situ, perusahaan konstruksi dan konsultan desain yang terlibat juga masuk daftar hitam.
Dari informasi yang beredar, flyover ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp3,4 miliar, dan rencananya akan menghubungkan Mahamai Ka Bagh, Pushpa Nagar, dan area stasiun ke wilayah New Bhopal. Harapannya, proyek ini bisa memperlancar arus lalu lintas. Tapi sayangnya, belum sempat beroperasi, malah udah keburu viral duluan gara-gara desainnya yang bikin dahi berkerut.
Pemerintah setempat akhirnya membentuk komite khusus untuk mengevaluasi dan memperbaiki desain jembatan yang dianggap membahayakan ini. Respons ini muncul setelah hujan kritik datang dari masyarakat yang khawatir kalau jembatan dibiarkan begini, bisa jadi lokasi kecelakaan massal berikutnya.
Yang jelas, Gen, kasus ini jadi pengingat penting kalau desain infrastruktur gak cuma soal estetika dan biaya, tapi juga harus utamakan keselamatan pengguna jalan. Tikungan kayak gini mungkin cocoknya di sirkuit balap, bukan di jalan umum.