Film Animasi "Garuda di Dadaku" Siap Tayang, Ini Sinopsis dan Daftar Pengisi Suaranya

Genvoice.id | 05 Jun 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Rumah produksi BASE Entertainment resmi merilis cuplikan perdana film animasi "Garuda di Dadaku" yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 11 Juni 2026. Film ini menjadi babak baru dari waralaba "Garuda di Dadaku" yang pertama kali dikenal publik lewat film live action populer pada 2009.

Dalam teaser yang sudah dirilis, penonton diperkenalkan dengan tokoh utama bernama Putra, remaja berusia 14 tahun yang memiliki semangat besar terhadap sepak bola. Cuplikan singkat berdurasi 48 detik itu memperlihatkan keseharian Putra saat bersiap mengikuti uji coba sepak bola di sekolahnya.

Putra tampak penuh antusias menyiapkan perlengkapan sebelum berangkat, termasuk inhaler yang selalu ia bawa. Namun di balik semangatnya, ia juga harus menghadapi rasa gugup dan tekanan saat mencoba menunjukkan kemampuan di hadapan teman-temannya.

Melalui karakter Putra, film ini ingin mengangkat cerita tentang keberanian, rasa percaya diri, dan perjuangan anak muda dalam mengejar mimpi. BASE Entertainment menyebut kisah tersebut dekat dengan pengalaman banyak remaja yang sedang memasuki fase baru dalam hidup mereka.

"Lewat Putra, film ini menunjukkan bahwa keberanian untuk mencoba, meski dengan langkah kecil, adalah awal dari perjalanan besar," tulis keterangan resmi rumah produksi.

Film animasi "Garuda di Dadaku" juga menghadirkan deretan pengisi suara dari kalangan aktor, musisi, hingga figur publik. Berikut daftar pengisi suara yang terlibat dalam proyek ini:

  • Kristo Immanuel

  • Keanu Azka

  • Quinn Salman

  • Rizky Ridho

  • Sal Priadi

  • Oki Rengga

  • Zee Asadel

  • Revalina S Temat

  • Ringgo Agus Rahman

  • Ibnu Jamil

  • Emir Mahira

  • Bima Sena

Film ini sekaligus menjadi debut penyutradaraan Ronny Gani. Sebelumnya, Ronny dikenal sebagai animator dan seniman visual efek (VFX) yang terlibat dalam berbagai film Hollywood populer, termasuk proyek Marvel Cinematic Universe (MCU), "Aquaman", "Pacific Rim", "Ready Player One", hingga "Transformers: Age of Extinction".

Ronny menyebut proyek "Garuda di Dadaku" menjadi kesempatan untuk menghadirkan karya animasi lokal yang bisa dinikmati pecinta film dan sepak bola di Indonesia.

Produksi film ini merupakan hasil kolaborasi BASE Entertainment dan KAWI Animation bersama sejumlah studio lain seperti Springboard, Dasun Pictures, AHHA Corp, Robot Playground Media, dan PK Films.

Berbeda dari versi sebelumnya yang berfokus pada karakter Bayu, film animasi terbaru ini akan menghadirkan cerita baru dengan sentuhan fantasi dan elemen imajinatif yang lebih kuat. Meski begitu, tema utama mengenai perjuangan meraih mimpi dan semangat sepak bola tetap menjadi inti cerita dalam semesta "Garuda di Dadaku".

Versi terdahulu dari "Garuda di Dadaku" dikenal sebagai salah satu film keluarga dan olahraga paling populer di Indonesia. Film tersebut pertama kali disutradarai Ifa Isfansyah pada 2009 sebelum berlanjut ke sekuel pada 2011 dan serial televisi beberapa tahun setelahnya.

Kehadiran versi animasi ini pun menjadi salah satu film lokal yang paling dinantikan pencinta animasi Indonesia menjelang penayangannya pada 11 Juni 2026.