Ternyata Bukan Meteor! Benda Bercahaya di Langit Indonesia Timbulkan Pertanyaan Misterius

Genvoice.id | 05 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Fenomena benda bercahaya yang melintas di langit Lampung pada Sabtu, 4 April 2026, sempat menghebohkan masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Video penampakannya viral setelah memperlihatkan cahaya terang melintas cepat dengan ekor panjang di langit malam.

Beberapa jam setelah kejadian, beredar video lain yang diklaim menunjukkan lokasi jatuhnya benda tersebut di kawasan Gedung Aji, Lampung. Dalam rekaman itu terlihat kobaran api di area yang diduga menjadi titik jatuh, memunculkan dugaan bahwa benda tersebut masih terbakar setelah memasuki atmosfer Bumi.

Namun, penjelasan berbeda disampaikan Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL). Berdasarkan analisis mereka, benda bercahaya tersebut bukanlah meteor seperti yang banyak diduga warganet, melainkan sampah antariksa yang berasal dari sisa bodi roket China, yakni CZ-3B R/B.

Fenomena ini kemudian memunculkan pertanyaan di masyarakat terkait perbedaan antara meteor dan sampah antariksa, mengingat keduanya sama-sama tampak bercahaya saat melintas di langit.

Meteor sendiri merupakan fenomena alam yang terjadi ketika meteoroid-benda kecil dari luar angkasa-memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Gesekan dengan atmosfer menyebabkan benda tersebut memanas dan terbakar, sehingga terlihat sebagai kilatan cahaya yang sering disebut "bintang jatuh". Dalam banyak kasus, meteor habis terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi. Jika ada sisa yang jatuh, benda itu disebut meteorit.

Sementara itu, sampah antariksa adalah objek buatan manusia yang sudah tidak lagi digunakan dan tetap berada di orbit Bumi. Benda ini bisa berupa satelit rusak, sisa peluncuran roket, hingga pecahan hasil tabrakan di luar angkasa. Menurut NASA, jumlah sampah antariksa terus meningkat dan menjadi ancaman bagi satelit aktif maupun misi luar angkasa.

Ketika sampah antariksa kembali memasuki atmosfer atau mengalami re-entry, benda tersebut juga mengalami pemanasan ekstrem dan terbakar, sehingga menghasilkan cahaya terang yang sekilas mirip dengan meteor.

Kemiripan tampilan antara keduanya disebabkan oleh proses fisika yang serupa, yakni pemanasan akibat kompresi udara dan ablasi atau pengikisan permukaan benda saat melaju di atmosfer. Proses ini menghasilkan jejak cahaya terang yang dapat terlihat dari permukaan Bumi.

Meski tampak serupa, perbedaan utama antara keduanya terletak pada asal-usulnya: meteor berasal dari benda alami di luar angkasa, sementara sampah antariksa merupakan limbah buatan manusia.