Joko Anwar Gandeng Ilustrator Lokal Kelas Dunia, Film Ghost In The Cell Bakal Sajikan Instalasi Horor Paling Estetik Dan Mengerikan Tahun Ini
JAKARTA, GENVOICE.ID - Industri perfilman tanah air bener-bener lagi dibikin heboh sama gebrakan terbaru dari sutradara kondang, Joko Anwar. Lewat proyek film paling gress berjudul "Ghost in the Cell", Joko nggak cuma mau bikin penonton sekadar teriak ketakutan, tapi juga pengen memanjakan mata kalian dengan visual yang bener-bener berkelas. Kabar paling pecah adalah keterlibatan enam ilustrator asli Indonesia yang namanya sudah melanglang buana di kancah internasional.
Mereka didapuk buat merancang konsep seni berupa instalasi kengerian yang bakal jadi elemen visual paling vital dalam film horor komedi ini. Bayangkan saja, sebuah film horor tapi di dalamnya ada sentuhan seni rupa tingkat tinggi yang dirancang khusus oleh para master visual. Langkah ini bener-bener beda dari film horor biasanya, karena Joko Anwar pengen film ini jadi wadah kolaborasi lintas seni yang gila banget.
Sejak awal, sang sutradara emang punya visi kalau Indonesia itu gudangnya talenta berbakat dengan gaya visual yang unik. Dengan menggandeng para ilustrator ini, "Ghost in the Cell" diprediksi bakal punya atmosfer yang lebih kaya, dalem, dan pastinya menguatkan ekosistem kreatif lintas medium di negara kita.
Proses kreatifnya pun nggak main-main, karena setiap instalasi horor di film ini hasil diskusi panjang buat merepresentasikan ketakutan kolektif yang sering banget kita rasain sebagai masyarakat, nih Gen.
Enam nama besar yang dibawa Joko Anwar ke dalam dunia "Ghost in the Cell" ini punya latar belakang yang bener-bener bikin bangga. Ada Anwita Citriya, seniman asal Bandung yang jago banget bikin komik horor psikologis sampai karyanya dilirik penerbit Amerika, BOOM! Studios. Lalu ada Benediktus Budi dari Wonogiri yang karyanya sering nampang di merchandise band internasional sekelas Toxicholocaust dengan gaya visual yang gelap abis.
Lineup Seniman Gokil Dan Tim Produksi Internasional
Daftar ilustrator makin ngeri dengan kehadiran Benny Bennos Kusnoto, senior storyboard artist yang sudah 17 tahun malang melintang dan pernah jadi ghost layout artist buat komik Justice League Dark. Nggak ketinggalan ada Coki Greenway, ilustrator asal Jakarta yang langganan bikin karya buat legenda rock dunia kayak AC/DC dan Judas Priest. Lini visual makin tajam dengan sentuhan Hafidzjudin yang karyanya sering dipakai band metal lokal papan atas seperti Seringai dan Dead Squad. Terakhir, ada Rudy AO dari Bandung yang fokus pada macabre concept sekaligus bikin poster film ini dengan gaya hiper-realistisnya yang ikonik.
Film "Ghost in the Cell" ini sendiri diproduksi oleh Come and See Pictures yang kerja bareng RAPI Films dan Legacy Pictures. Menariknya lagi, perusahaan besar asal Korea Selatan, Barunson E&A, juga ikut ambil bagian sebagai sales agent buat distribusi secara internasional. Artinya, karya kolaborasi ilustrator lokal kita ini bakal dipamerkan ke mata dunia lewat film yang juga membawa pesan kritik sosial ini.
Film horor komedi yang paling ditunggu ini sudah dijadwalkan bakal mulai meneror seluruh bioskop di Indonesia pada tanggal 16 April 2026 mendatang. Dengan deretan seniman kelas dunia di balik layarnya, film ini jelas bukan horor kaleng-kaleng yang bisa kamu lewatkan begitu saja.