Israel Kena Tipu! Helikopter Mi-17 yang Dibom IDF Ternyata Cuma Lukisan di Aspal
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah video yang beredar di media sosial memicu perdebatan baru di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Dalam rekaman tersebut, muncul klaim bahwa target yang diserang militer Israel ternyata bukan helikopter sungguhan, melainkan hanya lukisan di atas aspal.
Dalam video itu disebutkan bahwa Iran diduga menggunakan teknik lukisan anamorfik di permukaan tanah untuk mengelabui serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Teknik ini membuat gambar terlihat seperti objek tiga dimensi dari sudut pandang tertentu, sehingga bisa menipu pengintaian dari udara.
Narasi yang beredar menyebutkan bahwa objek yang diduga sebagai helikopter Mil Mi-17 sebenarnya hanyalah lukisan di landasan. Dari sudut pandang tertentu, gambar tersebut terlihat menyerupai helikopter sungguhan sehingga berpotensi mengecoh sistem pengawasan atau operator serangan.
Klaim tersebut juga menyebut bahwa teknik serupa pernah digunakan oleh Rusia pada 2023 untuk mengelabui satelit militer Amerika Serikat selama konflik dengan Ukraina. Strategi semacam ini dianggap sebagai bagian dari taktik perang tipuan untuk membuat lawan membuang sumber daya pada target palsu.
Sejumlah akun media sosial yang pro-Iran bahkan menertawakan video serangan yang dirilis oleh Israel Defense Forces. Salah satunya akun @Iranmilitary24 yang menyindir bahwa rudal mahal digunakan untuk menghancurkan lukisan murah.
"Hahahah mereka menggunakan rudal seharga USD5 juta untuk cat seharga USD10! Perhatikan bilahnya dengan saksama, bahkan tidak sesaat setelah serangan," tulis akun tersebut sambil menertawakan rekaman serangan.
Jika klaim tersebut benar, hal itu menunjukkan kemungkinan bahwa sebagian target dalam konflik modern bisa berupa umpan atau decoy. Strategi ini sering dipakai untuk menguras persenjataan lawan sekaligus mengacaukan analisis intelijen.
Di sisi lain, penggunaan target palsu juga mengindikasikan bahwa Iran sedang mempersiapkan strategi perang jangka panjang. Pendekatan ini sering disebut sebagai perang gesekan, yakni strategi untuk melemahkan lawan secara bertahap dengan memaksa mereka menghabiskan sumber daya dalam konflik berkepanjangan.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.