Gen Z Makin Cemas Gara-Gara AI? TEDxSampoerna University 2026 Bongkar Cara Temukan Nilai Diri!

Genvoice.id | 05 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Melanjutkan komitmennya sebagai institusi pendidikan kelas dunia yang membekali mahasiswa dengan keterampilan masa depan, Sampoerna University kembali mempersembahkan TEDxSampoerna University 2026 dengan tema "AfterAll: What Remains Beneath".

Menjadi gelaran keenam, acara ini akan diselenggarakan di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki pada 7 Maret 2026 dan menghadirkan delapan pembicara terkurasi yang akan berbagi gagasan dan pengalaman untuk menginspirasi Gen Z Indonesia membangun nilai diri di tengah era disrupsi serta menumbuhkan generasi masa yang lebih tangguh.

Berdasarkan laporan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tahun 2025, sebanyak 60,6 persen responden siswa mengaku khawatir belum siap menghadapi kehidupan setelah pendidikan formal. Angka ini mencerminkan kegelisahan Gen Z yang tumbuh di tengah disrupsi teknologi dan kehadiran Artificial Intelligence atau Akal Imitasi (AI) yang mengubah lanskap pekerjaan.

Di saat yang sama, tekanan media sosial yang memicu perbandingan diri tanpa henti membuat banyak orang muda mempertanyakan bukan hanya pilihan karier, tetapi juga makna, nilai, dan arah hidup mereka. Dari ruang refleksi inilah, tema "AfterAll: What Remains Beneath" hadir untuk mengajak Gen Z menelusuri kembali apa yang tersisa di balik "hiruk-pikuk" perubahan.

"Tema ini mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya: 'Di tengah hiruk-pikuk perubahan, apa fondasi yang benar-benar menopang hidup kita?' Lebih dari sekadar refleksi, tema AfterAll: What Remains Beneath mendorong kita meninjau kembali nilai inti, kemanusiaan, dan relasi yang kita bangun. Karena pada akhirnya, ketika pencapaian dan tren datang silih berganti, yang tersisa adalah diri kita sendiri," kata Nathanael Aaron, Project Leader TEDxSampoerna University 2026.

TEDxSampoerna University 2026 memiliki dua rangkaian acara, yakni Pre-Event dan Main Event. Untuk memperkuat ruang refleksi tersebut, sebagai bagian dari rangkaian Pre-Event, diadakan kegiatan workshop bertajuk "Unshakeable You: Redefining Your Value in an Uncertain World" yang dibawakan oleh Irvandias Sanjaya, Konsultan Karier pada 26 Februari 2026.

Sesi ini menghadirkan pendekatan secara lebih personal dan praktis bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi kembali nilai diri, memahami kekuatan personal mereka, serta membingkai ulang kecemasan terhadap masa depan menjadi strategi pengembangan diri yang konkret.

"Dengan memahami nilai yang mereka anut sebagai kompas moral, mereka menjadi lebih mampu berpikir secara deliberatif dan tetap rasional dalam menghadapi ketidakpastian karier, persaingan AI, dan juga tekanan media sosial. Melalui kegiatan ini, mereka didorong mengenali apa yang benar-benar mereka yakini agar setiap keputusan ke depan lebih selaras dan berdampak positif. Baik itu pilihan jurusan hingga arah karier dan kehidupan jangka panjang," ujar Dias.

Sesi puncak pada 7 Maret 2026 akan menghadirkan delapan pembicara terkurasi yang membawa beragam perspektif atas isu-isu relevan bagi generasi muda, khususnya Gen Z.

Melalui tiga subtema utama yang dikembangkan ke dalam topik-topik sesuai keahlian dan latar profesional masing-masing, acara ini dirancang untuk memperluas wawasan, mendorong pemikiran kritis, serta mendorong sikap proaktif dalam merespon tantangan dan menciptakan perubahan positif di masa depan.

Ditemui di kesempatan sama, Tara Susanto-Joseph, Co-Founder Bumiterra mengungkapkan antusiasmenya untuk membawakan topik "Personal Choices, Public Impact: Choosing What We Serve" dan relevansinya dengan tantangan Gen Z di era disrupsi saat ini.

"Di balik semua prestasi dan usaha yang sudah kita raih bahkan dipamerkan di media sosial, sebenarnya kita dihadapkan pada pilihan di mana itu bisa menguntungkan diri sendiri atau menguntungkan semua orang. Kita juga perlu ingat bahwa sebagai manusia, kita memiliki self-awareness yang membuat kita tidak bisa terlepas satu sama lain. Apalagi di era disrupsi saat ini, kita justru harus melihat teknologi dan AI sebagai alat untuk membantu, bukan sebagai kompetisi. Karena tanpa keselarasan antara manusia dan teknologi, perjalanan hidup kita tidak akan bisa berjalan lancar," cerita Tara.

Erik Krauss selaku Vice Rector of Student Success, Sampoerna University kembali menegaskan bahwa Sampoerna University telah menjadi tuan rumah TEDxSampoerna University sejak 2021, di mana perannya tidak terbatas sebagai penyelenggara. Tapi juga, sebagai fasilitator yang menyediakan wadah bagi mahasiswa dan generasi muda untuk terlibat dalam diskusi bermakna tentang isu-isu yang relevan dengan kehidupan mereka.

"Penyelenggaraan TEDxSampoerna University tahun ini mencerminkan komitmen kami terhadap kesuksesan mahasiswa bukan hanya dari segi akademis saja, tetapi juga dari segi kesejahteraan dan perkembangan personalnya secara menyeluruh. Kami melihat bahwa mahasiswa dan Gen Z berada di posisi yang unik di mana mereka tumbuh di tengah disrupsi, sehingga mereka merasakan langsung bagaimana teknologi mengubah segalanya dengan cepat, menavigasi ekspektasi yang tinggi dari berbagai sisi, dan juga paling sadar soal isu kesehatan dan kesejahteraan mental. Dan di tengah ketidakpastian inilah generasi muda mengambil inisiatif dengan berani menyuarakan gagasan, membangun kolaborasi, dan menghadirkan perubahan bahkan dari langkah-langkah kecil yang konsisten," kata Erik.

TEDxSampoernaUniversity 2026 "AfterAll: What Remains Beneath" terbuka untuk umum dengan harga tiket pre-sale sebesar Rp95.000. Pembelian tiket bisa dilakukan melalui tautan https://www.wootix.id/queue/tedxsampoerna-university. Informasi selengkapnya dapat diakses melalui media sosial Instagram @tedxsampoernauniversity.