Dokumen Epstein 2026 Dirilis: Nama Hary Tanoesoedibjo dan Konglomerat Indonesia Muncul dalam Berkas

Genvoice.id | 05 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Dunia internasional kembali diguncang dengan rilis jutaan dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman AS pada Februari 2026, yang secara mengejutkan memuat beberapa nama tokoh besar dari Indonesia.

Dokumen yang dikenal sebagai "Epstein Files" ini mengungkap riwayat komunikasi hingga transaksi properti yang melibatkan pengusaha nasional seperti Hary Tanoesoedibjo dan pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja.

Meskipun pencantuman nama dalam berkas ini tidak selalu menunjukkan keterlibatan kriminal, publikasi ini memberikan sorotan baru terhadap hubungan bisnis global para konglomerat tanah air dengan lingkaran properti Donald Trump.

Artikel ini akan mengulas secara mendalam isi dokumen Epstein terbaru, daftar nama orang Indonesia yang terseret, serta fakta-fakta penting di balik skandal transparansi terbesar tahun ini.

Siapa Saja Tokoh Indonesia yang Disebut?

Dalam rilis dokumen tersebut, terdapat beberapa nama pengusaha dan tokoh asal Indonesia yang tercatat dengan konteks yang berbeda-beda:

1. Hary Tanoesoedibjo

Nama bos MNC Group ini muncul dalam dokumen FBI terkait statusnya sebagai miliarder dan mitra bisnis Donald Trump. Dokumen tersebut menyinggung keterlibatan Hary dalam pembelian properti milik Trump di Beverly Hills dengan harga di atas rata-rata pasar. Hingga kini, pihak Hary Tanoe belum memberikan tanggapan resmi.

2. Eka Widjaja

Laporan yang sama menyebutkan bahwa pendiri Sinar Mas Group ini (yang telah wafat pada 2019) pernah membeli rumah mewah Trump di Beverly Hills senilai $9,5 juta secara tunai.

3. Kafrawi Yuliantono

Berbeda dengan dua nama sebelumnya, Kafrawi muncul dalam riwayat email pribadi yang dikirimkan kepada Epstein. Dalam email tersebut, ia menyatakan ketertarikannya untuk melamar pekerjaan sebagai staf pengelola properti milik Epstein di New York atau Florida. Saat dikonfirmasi, Kafrawi membenarkan hal tersebut namun menyatakan bahwa ia tidak lolos seleksi.

Hubungan Bisnis Properti Trump di Indonesia

Munculnya nama-nama pengusaha Indonesia dalam dokumen ini berkaitan erat dengan proyek real estat mewah milik organisasi Trump di Indonesia, seperti proyek di Bali dan Trump International Golf Club Lido di Bogor.

Dokumen tersebut juga menyoroti interaksi antara Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump yang sempat menyinggung kelanjutan proyek-proyek ini melalui putra Trump, Eric.

Tokoh Dunia Lainnya dalam Dokumen

Selain tokoh Indonesia, rilis 3,5 juta berkas ini juga mencantumkan nama-nama besar lainnya:

  • Donald Trump: Muncul ratusan kali, sebagian besar dalam artikel berita dan email pribadi yang dianggap tidak membahayakan kedudukan politiknya.

  • Elon Musk & Howard Lutnick: Disebutkan dalam email yang membahas rencana kunjungan ke pulau pribadi Epstein.

  • Anwar Ibrahim (PM Malaysia) & Narendra Modi (PM India): Nama mereka muncul dalam percakapan pihak ketiga. Anwar Ibrahim sendiri telah membantah dengan tegas memiliki hubungan apa pun dengan pihak Epstein.

Munculnya nama-nama tokoh besar Indonesia dalam dokumen Jeffrey Epstein memang memicu perdebatan luas, namun penting bagi publik untuk bersikap objektif.

Seperti yang ditegaskan oleh Departemen Kehakiman AS, pencantuman nama dalam berkas tersebut tidak secara otomatis membuktikan adanya tindakan kriminal atau hubungan langsung dengan aktivitas ilegal Epstein.

Sejauh ini, keterkaitan tokoh-tokoh tanah air tersebut lebih banyak bersinggungan dengan relasi bisnis properti global. Kita perlu menunggu perkembangan lebih lanjut dari analisis jutaan dokumen ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh dan akurat.