Lipatan Layar di HP, Masih Mengganggu atau Sudah Jadi Cerita Lama?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sejak pertama kali muncul di pasaran, HP lipat selalu menarik perhatian karena satu hal: lipatan di layarnya.
Banyak pengguna sempat mengeluhkan lekukan di bagian tengah yang terasa saat disentuh atau terlihat jelas ketika menonton video. Dari situ muncul anggapan bahwa HP lipat kurang nyaman dibanding ponsel biasa.
Namun, kemajuan teknologi kini membuat pandangan itu mulai usang. Berkat inovasi seperti engsel teardrop, kaca ultra tipis (UTG), dan layar fleksibel generasi baru, lipatan di layar bukan lagi masalah besar seperti dulu.
Ponsel lipat dibuat dengan panel fleksibel (flexible OLED) yang bisa ditekuk tanpa merusak struktur di dalamnya. Area tengah layar memang menjadi titik lentur utama, sehingga dulu sering tampak lekukan di situ. Tapi kini, produsen besar seperti Samsung, OnePlus, dan Honor sudah mengembangkan teknologi untuk meminimalkan lipatan tanpa mengurangi kekuatan perangkat.
Generasi awal, seperti Samsung Galaxy Fold (2019), memang masih punya lipatan yang terlihat jelas. Namun di seri terbarunya, Galaxy Z Fold6 dan Z Flip6, Samsung memperkenalkan engsel Flex Hinge generasi baru dengan kaca ultra tipis yang membuat permukaan layar terasa lebih halus. Engsel ini diklaim tahan hingga 200.000 kali lipatan atau setara lima tahun pemakaian dengan rata-rata 100 kali buka-tutup per hari.
Dalam uji ekstrem oleh kanal Fold Test Channel di YouTube, Galaxy Z Fold5 bahkan berhasil mencapai 400.000 kali lipatan sebelum mengalami kerusakan. Sementara itu, OnePlus Open yang dirilis pada akhir 2024 memakai engsel Flexion Hinge berbentuk teardrop yang membuat layar melengkung lembut saat dilipat. Hasilnya, lipatan di tengah layar hampir tidak terlihat, bahkan di bawah cahaya terang.
Jurnalis teknologi Joe Fedewa dari How-To Geek menyebut lipatan di OnePlus Open "nyaris tak terlihat, bahkan saat diraba sekalipun." YouTuber MKBHD juga menilai lipatannya lebih tipis dari seri Fold milik Samsung dan "secara praktis hilang dalam penggunaan normal."
Honor Magic V2 dan Oppo Find N3 pun menunjukkan peningkatan serupa. Honor menonjolkan bodinya yang supertipis, hanya 9,9 mm saat dilipat, dengan lipatan layar yang hampir tak kasat mata. Rahasianya ada pada engsel titanium ultraringan dan material layar komposit. Oppo menggunakan waterdrop hinge untuk menekan jarak lipatan, sehingga layar bagian tengah terasa lebih rata. Dalam pengujian media seperti GSMArena dan The Verge, keduanya menunjukkan bahwa lipatan hampir tidak tampak dari sudut pandang pengguna.
Dengan material dan desain engsel yang semakin canggih, klaim bahwa lipatan layar HP lipat terasa mengganggu kini semakin kehilangan relevansinya. Lipatan memang masih ada secara fisik, tapi secara visual dan fungsional hampir tidak berpengaruh. Banyak reviewer bahkan menyebut bahwa setelah dua hari pemakaian, mata pengguna akan terbiasa dan tidak lagi memperhatikan lipatan tersebut.
Kini, lipatan layar bukan lagi penghalang bagi ponsel lipat modern. Produsen besar telah mengubah "cacat visual" menjadi garis samar yang nyaris tak terasa. Jadi, kalau kamu masih ragu mencoba HP lipat karena khawatir soal lipatan di layar, bisa jadi itu hanya mitos lama yang sudah tertinggal di masa awal teknologi ini berkembang.