Istri Fiersa Besari Ditabrak Mobil di Stasiun Gambir, Rencana Liburan Ke Yogyakarta Batal Total!

Genvoice.id | 05 Jan 2026

Kabar kurang mengenakkan datang dari penulis sekaligus musisi kebanggaan kita, Fiersa Besari, yang baru saja mengalami kejadian traumatis saat hendak menikmati waktu libur bersama keluarga kecilnya. Kejadian bermula ketika keluarga ini sudah bersiap untuk berangkat menuju Yogyakarta menggunakan moda transportasi kereta api dari Stasiun Gambir, Jakarta, pada Sabtu, 3 Januari 2026 kemarin.

Pemicu kemarahan Fiersa pecah ketika sang istri, Aqia Nurfadla, ditabrak secara tiba-tiba oleh sebuah mobil dari arah belakang saat mereka sedang menurunkan barang-barang bawaan dari bagasi. Peristiwa ini sangat mengerikan karena Aqia dan manajernya, Ubay, sempat tergencet di antara dua kendaraan yang mengakibatkan suasana di area keberangkatan stasiun menjadi sangat tegang. Alih-alih mendapatkan permintaan maaf yang tulus, Fiersa justru dibuat meledak emosinya karena sikap sang pengemudi yang dianggap meremehkan insiden serius tersebut. Alhasil, niat hati ingin memberikan pengalaman liburan sekolah pertama bagi putri tercinta mereka, Kinasih, harus kandas di tengah jalan dan digantikan dengan urusan medis serta kepolisian yang menguras tenaga dan pikiran, Gen.

Fiersa menceritakan detik-detik mencekam itu lewat unggahan di Instagram Story pribadinya. Saat kejadian, dia sedang menggendong Kinasih yang masih terlelap. Tiba-tiba saja, mobil di belakang mereka menghantam Aqia dan Ubay yang sedang sibuk mengambil koper.

"Tiba di Gambir, Aqia baru nurunin bagasi dan saya gendong Kinasih yang masih tidur, tiba-tiba…Aqia dan Ubay (manajer) yang sedang ambil koper di bagasi, ditabrak dari belakang dan menjadikan keduanya tergencet antara mobil," tulis Fiersa memberikan gambaran betapa paniknya situasi saat itu.

Kemarahan Fiersa Besari Karena Diremehkan

Hal yang bikin Fiersa makin tidak bisa menahan emosi adalah reaksi dari pengemudi mobil tersebut, seorang pria yang diperkirakan berusia sekitar 60 hingga 70 tahun. Alih-alih segera menolong dengan penuh rasa bersalah, pria tersebut malah melakukan kesalahan fatal kedua dengan memajukan kendaraannya saat Aqia masih terhimpit karena mengira mobilnya sudah dalam posisi gigi mundur. Yang lebih parah lagi, sang penabrak seolah menganggap enteng cedera yang dialami Aqia.

"Reaksi pertama saya adalah marah besar. Tapi lebih marah lagi ketika bapak ini meremehkan kondisi dengan bilang, paling keseleo. Terus mau kasih Rp200 ribu untuk damai. Meledaklah saya," kata Fiersa menegaskan bahwa ini bukan soal uang, tapi soal tanggung jawab atas keselamatan nyawa orang lain. Polisi yang datang ke lokasi pun mendapati fakta bahwa pengemudi tersebut mengaku tidak punya uang dan mobil yang ia bawa ternyata milik orang lain.

Kondisi Terkini Aqia Nurfadla dan Nasib Penabrak

Setelah dilarikan ke rumah sakit, hasil rontgen menunjukkan kabar yang sedikit melegakan karena tidak ditemukan adanya tulang yang patah atau retak. Namun, Aqia tetap mengalami trauma pada otot yang cukup serius. Kakinya masih sangat sakit jika digerakkan sehingga harus menggunakan penyangga atau brace selama masa pemulihan. Kabar ini tentu sangat menyedihkan mengingat Aqia adalah orang yang sedang aktif-aktifnya berolahraga seperti tenis dan pergi ke gym.

"Btw, kaki Aqia masih sakit ketika digerakkan sampai harus pakai penyangga dulu. Waktu pemulihannya ternyata lama. Prediksi dokter, 3-6 minggu sampai kembali pulih. Untuk seseorang yang sedang gemar-gemarnya nge- gym dan tenis, Aqia pasti sedih," ungkap Fiersa mengenai kondisi mental sang istri.

Meski Aqia akhirnya memilih untuk tidak memperpanjang laporan hukum karena prosesnya yang dinilai bakal memakan waktu lama, pihak kepolisian tetap memberikan tindakan tegas kepada pelaku. "Bapak Penabrak dijatuhkan sanksi tilang dan penahanan stnk," pungkas Fiersa. Meskipun liburan sekolah Kinasih harus batal, fokus utama keluarga mereka saat ini adalah memastikan Aqia bisa kembali pulih seperti sediakala, Gen.

Menurut Gen, apakah sanksi tilang dan sita STNK sudah cukup adil buat penabrak yang sudah membahayakan nyawa dan meremehkan korban seperti itu?