Pemerintah Malaysia Bakal Lanjutkan Pencarian Pesawat MH370
JAKARTA, Genvoice.id - Pemerintah Malaysia mengumumkan kembali akan melanjutkan pencarian bangkai Malaysia Airlines Flight MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014. Pencarian laut dalam dijadwalkan dimulai pada 30 Desember 2025.
Ocean Infinity, perusahaan eksplorasi laut dalam asal Inggris-Amerika, ditunjuk kembali sebagai pelaksana operasi. Mereka akan melakukan pencarian selama 55 hari di area di Samudra Hindia bagian selatan yang dianggap memiliki probabilitas tertinggi untuk menemukan puing pesawat.
Kesepakatan antara pemerintah Malaysia dan Ocean Infinity sudah diteken sejak Maret 2025. Skema kontrak tetap menggunakan prinsip "no-find, no-fee" yang artinya Ocean Infinity hanya akan dibayar jika berhasil menemukan bangkai pesawat.
Pencarian sebelumnya dihentikan pada April 2025 karena kondisi musim dan cuaca laut dianggap tidak mendukung. Dalam pernyataannya, Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke, menyatakan bahwa mereka menunggu musim yang lebih cocok agar pencarian bisa dilakukan dengan optimal.
Dengan persetujuan kontrak dan penjadwalan ulang operasi, pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memberikan kejelasan dan penutupan bagi keluarga korban MH370.
MH370 menghilang dari radar tak lama setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Pesawat membawa 239 orang, 227 penumpang dan 12 awak. Sejak saat itu, usaha pencarian internasional telah dilakukan bertahun-tahun, menjadikannya salah satu misteri aviasi terbesar dalam sejarah modern.
Sejumlah puing pesawat sempat ditemukan terdampar di pantai-pantai di Samudra Hindia tetapi hingga kini tidak pernah berhasil mengungkap lokasi pasti jatuhnya pesawat atau menemukan kotak hitam serta bagian utama bangkai.
Meski pencarian besar telah dilakukan, termasuk upaya multinasional dan ekspedisi laut tahun 2018 hasilnya nihil. Hal ini membuat banyak pihak skeptis apakah pencarian ulang bisa berhasil.
Namun pihak berwenang dan keluarga korban tetap berharap bahwa kombinasi data baru, teknologi yang diperbarui, dan analisis ulang jalur penerbangan dapat membuka peluang menemukan jawaban yang telah lama ditunggu.
Keputusan melanjutkan pencarian ini disambut dengan harapan di kalangan keluarga korban dan komunitas internasional. Bagi mereka, operasi ini bukan hanya soal teknologi dan pencarian serpihan melainkan soal penutupan emosional, keadilan, serta penghormatan terhadap mereka yang hilang tanpa jejak.