Korban Tembus 770 Jiwa, Banjir Sumatera Jadi Tragedi Terbesar Tahun Ini!

Genvoice.id | 04 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Update terbaru dari BNPB pada sore 3 Desember 2025 membuat publik terpukul.

Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini mencapai 770 orang. Angka korban hilang juga masih sangat tinggi, yakni 463 orang yang hingga saat ini masih dalam pencarian.

"Secara total korban meninggal yang tervalidasi 770 jiwa dan korban hilang 463 jiwa," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers virtual.

Rinciannya cukup mengerikan:
- Aceh mencatat 277 korban meninggal
-Sumatera Utara 299 jiwa
-Sumatera Barat 194 jiwa

Sementara korban hilang tercatat:
-Aceh 193 orang
-Sumatera Utara 159 orang
-Sumatera Barat 111 orang

Selain korban jiwa, BNPB juga merilis data kerusakan fisik yang meluas di tiga provinsi. Ada 3.300 rumah rusak berat, 2.100 rusak sedang, dan 4.900 rusak ringan. Fasilitas umum pun tak luput dari kerusakan: 45 persen jembatan terdampak, 20 persen fasilitas ibadah rusak, 32 persen fasilitas pendidikan terdampak, dan 1,3 persen fasilitas kesehatan ikut mengalami kerusakan.

Jumlah warga terdampak bencana ini juga mengejutkan. Aceh mencatat 1,5 juta jiwa terdampak, Sumatera Utara 1,6 juta jiwa, dan Sumatera Barat 140.500 jiwa. Totalnya mencapai 3,2 juta penduduk di 50 kabupaten. BNPB menyebut angka ini masih bisa terus bertambah seiring pembaruan data di lapangan.

Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke empat lokasi terdampak, yakni Tapanuli Tengah, Medan, Aceh Tenggara, dan Padang Pariaman. Saat berdialog dengan warga di Aceh, Prabowo memastikan pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk pemulihan dan bantuan bagi para korban.

"Kita lakukan penghematan di pusat supaya sebanyak mungkin bantuan bisa langsung ke rakyat. Itu sasaran kita," ujar Prabowo saat bertemu para pengungsi di Kutacane, Aceh Tenggara.

Dalam kunjungannya di Padang Pariaman, Prabowo kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi bencana ini sendirian. Ia memastikan penanganan dan bantuan akan terus berjalan.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan kerusakan yang sangat luas, tragedi banjir Sumatera kini menjadi salah satu bencana terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Publik masih menanti langkah-langkah lanjutan pemerintah untuk pemulihan, pencarian korban, hingga investigasi penyebab bencana yang terus menjadi sorotan.