Air Sungai Batang Ombilin Berubah Biru Kehijauan setelah Banjir Bikin Warganet Heboh, Ilmuwan BRIN Beri Penjelasan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Media sosial kembali ramai oleh sebuah video yang menampilkan aliran Sungai Batang Ombilin, Sumatera Barat, dengan warna yang tidak biasa.
Dalam rekaman itu, air sungai tampak biru jernih kehijauan, kontras dengan warna cokelat keruh yang umumnya muncul setelah banjir besar melanda wilayah Sumatera.
Banyak warganet menyebutnya sebagai bukti "alam memulihkan diri", sementara sebagian lain curiga bahwa video tersebut hanyalah hasil rekayasa kecerdasan buatan, terutama karena tiga provinsi di Sumatera baru saja dilanda banjir dan longsor.
Untuk menjawab rasa penasaran publik, Peneliti Ahli Utama Oseanografi dan Lingkungan BRIN, M. Reza Cordova, memberikan penjelasan ilmiah yang menegaskan bahwa fenomena tersebut sangat mungkin terjadi secara alami. Sungai Batang Ombilin, kata Reza, menerima limpasan langsung dari Danau Singkarak yang memang memiliki karakteristik air berwarna biru kehijauan. Ketika banjir besar surut, sedimen-sedimen kasar sudah terbilas oleh arus deras, meninggalkan aliran yang lebih jernih dan didominasi oleh air danau.
Dalam kondisi itu, cahaya matahari dapat menembus lebih dalam, memantul pada partikel tersuspensi dan menciptakan gradasi warna biru atau hijau toska yang tajam. Reza menyebut fenomena serupa juga terjadi di Selandia Baru, Mindanao di Filipina, serta sejumlah sungai di Sabah dan Sarawak pascahujan. Warna cerah yang terlihat "terlalu indah untuk jadi nyata" itu, menurutnya, merupakan kombinasi alami antara kejernihan air, sedimen halus, dan pantulan cahaya.
Meski demikian, Reza mengapresiasi sikap kritis masyarakat yang sempat menduga video tersebut merupakan hasil generate AI. Ia menilai kewaspadaan itu perlu sebagai bagian dari budaya verifikasi di tengah maraknya konten manipulatif. Namun, ia juga mengingatkan bahwa visual ekstrem dalam fenomena alam bukan hal yang mustahil, terutama setelah perubahan kondisi lingkungan yang drastis.
Walau tampak memukau, Reza menegaskan bahwa perubahan warna drastis pada air sungai tetap perlu dicermati. Warna biru kehijauan bisa saja dipengaruhi faktor lain seperti mineral terlarut, peningkatan fitoplankton, alga, atau bahkan polutan yang terbawa limpasan hujan ekstrem. Karena itu, ia menyarankan instansi teknis di Sumatera Barat untuk segera mengambil sampel dan melakukan analisis kualitas air sebelum menyimpulkan fenomena tersebut sepenuhnya aman.
Di akhir penjelasannya, Reza berharap cuaca segera stabil dan wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bisa lekas pulih.