Kenapa Desil Warga Bisa Berubah? Mensos Ungkap Biang Keroknya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perubahandesildalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sempat membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya. Pasalnya, ada warga yang merasa kondisi ekonominya tidak berubah, tetapi posisi desil dalam data justru naik atau turun.
Menteri SosialSaifullah Yusuf atau Gus Ipulakhirnya buka suara mengenai persoalan tersebut.
Menurutnya, salah satu penyebab perubahan desil yang cukup signifikan adalah masuknya sekitar12 juta data baru dari BKKBNke dalam DTSEN Volume 3. Data tersebut saat pertama kali masuk disebut belum seluruhnya melalui proses verifikasi dan validasi.
Pemerintah kemudian melakukan pembenahan melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).
12 Juta Data Baru Jadi Penyebab Desil Sempat Berubah
Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data untuk meningkatkan akurasi DTSEN.
Proses tersebut dilakukan dengan menggabungkan berbagai sumber data, termasuk melakukan perbaikan dan pengecekan langsung bersama pemerintah daerah.
Ia mengatakan, masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN sempat membuat posisi desil sejumlah masyarakat berubah cukup signifikan.
Data tersebut kemudian diperiksa kembali melalui proses verifikasi dan validasi.
Pemerintah berharap hasil pemutakhiran tersebut membuat data menjadi semakin stabil dan akurat dalam waktu mendatang.
Desil Berubah, Bansos Tidak Otomatis Dicabut
Perubahan desil ternyata tidak berarti seseorang langsung kehilangan bantuan sosial.
Gus Ipul menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu langsung khawatir apabila melihat perubahan posisi desil pada datanya.
Penyaluran bansos tetap menunggu proses penetapan penerima pada periode penyaluran masing-masing program.
Artinya, seseorang yang mengalami perubahan desil tidak serta-merta langsung dicoret dari daftar penerima bantuan.
Hal ini juga berlaku untuk program bantuan yang memiliki mekanisme penyaluran tertentu, termasuk penerima PBI yang datanya diperbarui secara berkala.
Desil Bukan Patokan Langsung Kaya atau Miskin
Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis,Andy Kurniawan, turut memberikan penjelasan mengenai pengertian desil.
Menurutnya, desil merupakanpemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan penduduk secara nasional.
Penduduk diurutkan berdasarkan tingkat kesejahteraan, mulai dari posisi terendah hingga tertinggi. Setelah itu, populasi dibagi menjadi 10 kelompok yang disebut desil.
Karena sifatnya relatif, posisi seseorang dapat berubah meskipun kondisi ekonominya sendiri tidak mengalami perubahan.
Hal tersebut dapat terjadi karena kondisi masyarakat lain yang masuk dalam pemeringkatan juga mengalami perubahan.
Dengan demikian, angka desil tidak bisa dibaca secara sederhana sebagai label "miskin" atau "kaya".
Kenapa Desil Seseorang Bisa Naik atau Turun?
Sederhananya, desil tidak hanya melihat kondisi satu orang secara terpisah.
Posisi seseorang ditentukan berdasarkan perbandingan tingkat kesejahteraannya dengan penduduk lain dalam pemeringkatan nasional.
Karena itu, perubahan kondisi keluarga atau data penduduk lain dapat memengaruhi posisi relatif seseorang.
Inilah yang membuat perubahan desil tidak selalu berarti kondisi ekonomi seseorang mengalami peningkatan atau penurunan secara nyata.
DTSEN sendiri dimutakhirkan setiap tiga bulan sehingga dalam setahun terdapat empat versi data.
Masuknya jutaan data baru pada Volume 3 kemudian membuat perubahan posisi desil terasa lebih signifikan di tengah masyarakat.
Desil Bukan Syarat Utama Menerima Bansos
Hal penting lainnya adalahdesil bukan satu-satunya syarat untuk mendapatkan bantuan sosial.
Desil digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan prioritas penerima ketika jumlah masyarakat yang memenuhi kriteria lebih banyak dibandingkan kuota bantuan yang tersedia.
Sebagai gambaran, apabila ada 10 orang yang memenuhi kriteria sementara anggaran hanya cukup untuk lima penerima, desil dapat digunakan untuk membantu menentukan siapa yang lebih diprioritaskan.
Masyarakat yang berada pada desil lebih rendah pada prinsipnya memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan mereka yang berada pada desil lebih tinggi.
Namun, tetap ada persyaratan lain yang harus dipenuhi sesuai ketentuan masing-masing program.
Desil Naik Bukan Berarti Bansos Pasti Hilang
Kesalahpahaman yang cukup sering muncul adalah anggapan bahwa kenaikan desil otomatis berarti seseorang menjadi lebih kaya dan bantuan sosialnya langsung dicabut.
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Kenaikan desil tidak secara otomatis menunjukkan seseorang mengalami peningkatan kesejahteraan. Begitu pula perubahan desil tidak langsung menentukan apakah bantuan sosial seseorang dihentikan.
Penetapan penerima tetap bergantung padakriteria masing-masing program serta ketersediaan kuota bantuan.
Jadi, seseorang yang berada dalam kelompok desil prioritas sekalipun tetap harus memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan oleh program bansos terkait.
Bagaimana Jika Data Desil Tidak Sesuai?
Masyarakat yang merasa data dalam DTSEN belum sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan pemutakhiran data.
Pengajuan dapat dilakukan melalui pemerintah desa atau kelurahan dengan bantuan operator SIKS-NG.
Selain itu, pengecekan dan pemutakhiran juga dapat dilakukan melalui pendamping PKH, BPS, maupun pemerintah daerah.
Masyarakat juga memiliki opsi untuk mengajukan pembaruan data secara mandiri melalui aplikasiCek Bansos.
Dengan adanya saluran tersebut, masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data diharapkan tidak langsung menyimpulkan bahwa dirinya kehilangan hak atas bantuan.
Pemerintah Terus Benahi Data
Persoalan perubahan desil menunjukkan bahwa pemutakhiran data sosial ekonomi merupakan proses yang terus berjalan.
Masuknya data baru dalam jumlah besar perlu diikuti dengan proses verifikasi dan validasi agar informasi yang digunakan pemerintah semakin sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.
Karena itu, masyarakat yang menemukan data tidak sesuai juga memiliki peran penting dengan melaporkan dan mengajukan pembaruan.
Yang perlu dipahami,perubahan desil tidak otomatis berarti kondisi ekonomi seseorang berubah, apalagi langsung berarti bansos dicabut.
Penetapan penerima bantuan tetap mempertimbangkan berbagai faktor sesuai aturan masing-masing program.