Demo Buruh Hari Ini! Bawa Patung Tikus Berdasi Raksasa, Sindir Keras Para Koruptor Indonesia

Genvoice.id | 04 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya di Jakarta Pusat kembali jadi saksi bisu aksi demonstrasi hari ini, Kamis (4/9/2025). Kali ini, giliran Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) yang turun ke jalan dengan membawa atribut yang bikin heboh, yaitu replika patung tikus berdasi berukuran besar.

Patung tikus raksasa itu bukan pajangan biasa. Menurut Ketua Umum Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Unang Sunarno, patung itu adalah simbol sindiran buat para koruptor di negeri ini.

Kata Unang, kehadiran patung itu jadi bukti kalau negara kita "gagal total" dalam memberantas korupsi. Bukan cuma itu, mereka juga geram karena pemerintah dan DPR dianggap tidak punya niat baik untuk membuat undang-undang yang benar-benar pro-rakyat.

Tuntutannya Banyak, Tapi Ada 5 yang Paling Mendesak

Gebrak tidak cuma datang untuk membawa patung tikus doang. Mereka juga membawa 14 tuntutan ke pemerintahan Prabowo Subianto. Dari belasan tuntutan itu, ada lima hal yang paling mereka anggap penting dan harus segera ditindaklanjuti. Apa saja?

  1. Stop kekerasan aparat: Mereka minta tindakan represif terhadap demonstran segera dihentikan.
  2. Bebaskan demonstran: Kepolisian didesak untuk membebaskan semua demonstran yang ditahan dalam seminggu terakhir.
  3. Turunkan pajak: Mereka menuntut pemerintah menurunkan tarif pajak yang memberatkan rakyat.
  4. Harga sembako turun: Harga kebutuhan pokok yang makin mahal harus segera distabilkan.
  5. Sahkan RUU Perampasan Aset: Ini jadi salah satu tuntutan utama untuk mempercepat pemberantasan korupsi.

Menurut Unang, kalau pemerintah dan DPR serius mau dibilang pro-rakyat, mereka harus segera merealisasikan lima tuntutan ini. "Pemerintah harus menyatakan komitmen selalu mendengar aspirasi rakyat dengan mewujudkan segera tuntutan tersebut," tegas Unang.

Eskalasi Demo yang Membesar dan Respon Pemerintah

Aksi-aksi protes di Jakarta dan kota-kota lain ini sebenarnya sudah bergulir sejak Senin, 25 Agustus lalu. Awalnya, massa memprotes tunjangan fantastis anggota DPR yang dinilai tidak masuk akal, apalagi di tengah kondisi ekonomi rakyat yang lagi susah.

Kemarahan publik makin memuncak setelah kejadian tragis pada Kamis, 28 Agustus 2025. Saat itu, ada pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan yang tewas dilindas kendaraan taktis milik Brimob saat demo. Tragedi ini bikin gelombang protes makin membesar dan menyebar ke mana-mana.

Menanggapi gelombang demo yang tak kunjung reda, akhirnya pada Minggu, 31 Agustus lalu, Presiden Prabowo mengambil langkah. Setelah berdiskusi dengan para ketua partai dan pimpinan legislatif, ia memutuskan untuk mencabut tunjangan perumahan anggota DPR dan membekukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Namun, keputusan itu sepertinya belum cukup untuk meredam amarah rakyat. Aksi Gebrak hari ini membuktikan bahwa tuntutan mereka jauh lebih luas, menyentuh isu-isu fundamental seperti korupsi, hak asasi manusia, dan kesejahteraan ekonomi.