Gunung Ile Lewotolok Meletus 107 Kali: Terjadi Gemuruh dan Lontaran Lava Pijar, Warga Diminta Siap Siaga

Genvoice.id | 04 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatatkan peningkatan aktivitas vulkanik signifikan dengan meletus sebanyak 107 kali disertai dentuman gemuruh dan lontaran lava pijar.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) mengimbau warga serta wisatawan untuk tetap waspada dan mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan demi mengantisipasi potensi ancaman erupsi susulan.

Peningkatan Aktivitas Vulkanik dan Erupsi Berulang

Berdasarkan laporan pengamatan berkala, frekuensi letusan Gunung Ile Lewotolok mengalami kenaikan drastis dalam kurun waktu pengamatan terbaru. Rangkaian erupsi tersebut memuntahkan material vulkanik berupa abu ke udara yang membumbung tinggi dari puncak kawah, diselingi oleh guguran dan lontaran lava pijar yang teramati jelas pada malam hari.

Suara gemuruh berintensidad sedang hingga kuat juga terus terdengar dari arah kawah gunung. Fenomena ini menandakan masih tingginya tekanan magmatis di dalam perut gunung api yang berada pada status Waspada/Siaga tersebut.

Imbauan Keselamatan dan Zona Bahaya

Merespons peningkatan aktivitas seismik dan vulkanik ini, pihak otoritas teknis mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat setempat:

  • Sterilisasi Radius Bahaya: Warga, pendaki, maupun wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas di dalam radius bahaya yang direkomendasikan dari pusat erupsi.

  • Antisipasi Hujan Abu: Masyarakat di sekitar lereng gunung diimbau menyiapkan serta menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan (ISPA) akibat paparan abu vulkanik.

  • Waspada Lahar Hujan: Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Ile Lewotolok diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar dingin, terutama saat curah hujan tinggi.

Intensitas erupsi Gunung Ile Lewotolok yang mencapai 107 kali letusan disertai lontaran lava pijar mempertegas pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Lembata.

Dengan mematuhi arahan resmi dari PGA dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta menjauhi zona rawan bencana, diharapkan potensi risiko dan dampak buruk dari aktivitas vulkanik ini dapat diminimalkan secara maksimal.

Mengingat aktivitas Gunung Ile Lewotolok yang masih sangat dinamis dengan rentetan 107 kali letusan, masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.