OpenAI Cetak Rekor! Raup 8,3 Miliar Dolar AS dengan Valuasi Fantastis 300 Miliar Dolar AS, Siap Jadi Raksasa AI Seutuhnya

Genvoice.id | 04 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Perusahaan di balik ChatGPT, OpenAI, kembali mencetak sejarah dengan mengumpulkan pendanaan sebesar 8,3 miliar dolar AS dalam putaran terbaru yang membawa valuasi perusahaan melonjak ke 300 miliar dolar AS, menurut laporan The New York Times. Pendanaan ini merupakan bagian dari strategi ambisius OpenAI untuk menggalang 40 miliar dolar AS sepanjang tahun 2025.

Menariknya, putaran ini terjadi jauh lebih cepat dari jadwal. Awalnya, OpenAI hanya menargetkan pengumpulan dana tambahan sebesar 7,5 miliar dolar AS setelah sukses mengumpulkan 2,5 miliar dolar AS pada bulan Maret lalu dalam ronde yang dipimpin oleh SoftBank. Namun tingginya minat investor mendorong OpenAI untuk menutup ronde lebih cepat dan jauh melebihi target awal.

Salah satu penyebab ledakan minat investor ini adalah pertumbuhan masif dari produk-produk OpenAI. Dalam laporan yang dirilis The Information, OpenAI kini mencetak pendapatan tahunan sebesar 12 miliar dolar AS, sementara The New York Times menyebut angka tersebut telah menyentuh 13 miliar dolar AS, dengan proyeksi melonjak ke 20 miliar dolar AS sebelum akhir tahun. Tak hanya itu, ChatGPT kini memiliki lebih dari 700 juta pengguna aktif mingguan, sebuah capaian luar biasa yang menegaskan posisi OpenAI di puncak industri kecerdasan buatan.

Pendanaan kali ini dipimpin oleh Dragoneer Investment Group dengan investasi mengejutkan sebesar 2,8 miliar dolar AS, menjadikannya pemimpin putaran pendanaan terbesar dalam sejarah OpenAI. Sejumlah investor papan atas lainnya juga turut berpartisipasi, seperti Blackstone, TPG, T. Rowe Price, Andreessen Horowitz, Sequoia Capital, Tiger Global, Fidelity, Coatue Management, D1 Capital Partners, dan Thrive Capital.

Namun di balik gemerlapnya pendanaan ini, muncul pula ketidakpuasan dari beberapa investor lama yang merasa kecewa karena mendapat alokasi yang lebih kecil dari sebelumnya. Hal ini terjadi karena OpenAI memprioritaskan masuknya investor strategis baru yang dinilai dapat membawa sinergi jangka panjang.

Di sisi lain, momentum OpenAI juga diperkuat oleh dukungan kebijakan, termasuk rencana aksi AI dari pemerintahan Trump dan pembicaraan strategis dengan Microsoft untuk memperkuat posisi OpenAI sebagai perusahaan yang berfokus pada profitabilitas penuh.

Dengan pendanaan segar, pertumbuhan pengguna eksponensial, dan produk yang semakin matang, OpenAI tengah memantapkan langkahnya untuk bukan sekadar menjadi pemain besar di bidang AI, tetapi menjadi raksasa teknologi global yang tak tertandingi.