Menteri Israel Pimpin Doa Yahudi di Al-Aqsa, Turki: Itu Adalah Provokasi Keji!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Yerusalem makin memanas Gen! Pemerintah Turki murka besar setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, terang-terangan memimpin ibadah doa Yahudi di kompleks Masjid Al-Aqsa, Minggu (3/8/2025). Tindakan ini langsung dikutuk habis-habisan karena dianggap melanggar status quo dan memicu konflik serius.
Direktur Komunikasi Turki, Burhanettin Duran, tidak tinggal diam. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Anadolu Agency, ia menyebut aksi Ben Gvir sebagai "provokasi keji" dan bagian dari perang kotor serta genosida Israel terhadap rakyat Palestina.
"Menargetkan Masjid Al-Aqsa adalah bagian dari perang kotor dan genosida Israel. Itu adalah provokasi keji dan upaya untuk menduduki Al-Aqsa," tegas Duran.
Al-Aqsa, Garis Merah Umat Islam
Turki nggak main-main soal Masjid Al-Aqsa. Pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan komitmennya untuk terus membela dan menjaga keamanan Al-Aqsa, yang disebut sebagai warisan spiritual umat Islam dan milik bersama seluruh umat manusia.
"Yerusalem adalah "tanah bersama" bagi semua agama Abraham, dan Masjid Al-Aqsa merupakan pusat spiritual bagi umat Islam sekaligus warisan bersama umat manusia," kata Duran.
Turki juga memperingatkan bahwa aksi seperti ini bukan cuma bikin marah dunia Islam, tapi juga menyakiti nurani seluruh umat manusia.
Israel Disebut Langgar Kesepakatan Lama
Dilansir AFP, Kementerian Luar Negeri Turki pun mengeluarkan kecaman resmi. Mereka menyebut aksi Ben Gvir dan para pendukungnya sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian yang sudah lama berlaku di Al-Aqsa.
"Kami mengutuk keras penggerebekan yang dilakukan di Masjid Al-Aqsa oleh beberapa menteri Israel, di bawah perlindungan polisi Israel dan didampingi oleh kelompok-kelompok pemukim Israel," bunyi pernyataan Kemlu Turki.
Biar Gen tahu, Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam, dan jadi titik panas konflik antara Israel dan Palestina. Meskipun tempat ini juga dihormati dalam tradisi Yahudi sebagai lokasi kuil kuno, perjanjian antara Israel dan Yordania sudah menetapkan bahwa ritual keagamaan non-Muslim dilarang di sana.
Tapi belakangan, perjanjian ini sangat sering dilanggar, bahkan oleh pejabat Israel sendiri. Dan sekarang, Ben Gvir jadi menteri pertama yang nekat pimpin doa Yahudi di depan umum di kompleks Al-Aqsa. Nggak heran kalau dunia internasional langsung bereaksi keras.
Aksi kontroversial Ben Gvir di Masjid Al-Aqsa kembali memicu ketegangan di kawasan. Turki menyuarakan perlawanan keras dan memperingatkan bahwa keamanan situs suci Yerusalem adalah tanggung jawab bersama umat manusia. Ketegangan Israel-Palestina dipastikan makin panas jika provokasi semacam ini terus terjadi.