Angkanya Bikin Geleng Kepala! Dugaan Kerugian Negara di Kasus BGN Mulai Terkuak, Ini yang Terjadi Sebenarnya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus yang menyeret Dadan Hindayana dan dua eks petinggi Badan Gizi Nasional kini makin terang benderang.
Bukan cuma soal dugaan "main proyek" atau markup, tapi juga soal dampak besarnya ke keuangan negara. Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dalam kasus ini memang terjadi kerugian keuangan negara. Meski begitu, jumlah pastinya belum dirinci secara final karena proses penghitungan masih berjalan.
Yang sudah terlihat jelas adalah bagaimana pola kerugiannya terbentuk. Dugaan penyimpangan terjadi di proses pengadaan barang dan jasa dalam program Makan Bergizi Gratis. Penyusunan kebutuhan tidak berdasarkan kondisi nyata di lapangan, melainkan diduga sudah diarahkan sejak awal.
Akibatnya, barang yang dibeli bukan hanya tidak relevan, tapi juga nilainya diduga sudah "dimainkan".
Salah satu contoh paling mencolok adalah pengadaan lebih dari 21 ribu unit motor listrik dengan nilai sekitar Rp1 triliun. Angka ini langsung jadi sorotan karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan program gizi yang seharusnya fokus pada makanan.
Tidak berhenti di situ, ada juga pengadaan puluhan ribu pasang sepatu, puluhan ribu tablet, hingga ribuan televisi berukuran besar. Semua item tersebut diduga mengalami markup dan tidak mendukung operasional program di lapangan.
Kalau dilihat lebih dalam, pola yang terbentuk cukup sistematis. Ada intervensi terhadap pejabat yang seharusnya menyusun pengadaan secara objektif. Kerangka acuan kerja disusun tidak berdasarkan kebutuhan riil, sehingga membuka celah untuk penggelembungan anggaran.
Di titik inilah kerugian negara muncul. Bukan hanya karena harga yang dinaikkan, tapi juga karena barang yang dibeli tidak benar-benar dibutuhkan. Artinya, uang sudah keluar, tapi manfaatnya tidak sebanding, bahkan bisa dibilang tidak tepat sasaran.
Yang menarik, Kejagung menegaskan bahwa penyidikan masih terus berjalan. Artinya, angka kerugian yang sebenarnya bisa saja jauh lebih besar dari yang saat ini terlihat. Penelusuran aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain juga masih didalami.