Rapper Inggris Ghetts Divonis 12 Tahun Penjara, Justin Clarke Samuel Terbukti Lakukan Tabrak Lari!
JAKARTA, GENVOCIE.ID - Kabar duka sekaligus mengejutkan datang dari panggung hiburan internasional, khususnya bagi kalian pecinta musik hip-hop dan grime asal Inggris. Rapper ternama yang memiliki nama panggung Ghetts baru saja menerima ganjaran berat atas tindakan fatal yang dilakukannya di jalan raya. Pria yang aslinya bernama Justin Jude Clarke-Samuel ini resmi dijatuhi hukuman kurungan selama 12 tahun oleh pengadilan di London pada Selasa waktu setempat.
Kasus ini bener-bener jadi sorotan panas dunia karena melibatkan nama besar di industri musik yang harus berurusan dengan hukum akibat kecerobohan yang sangat fatal hingga merenggut nyawa orang lain. Tragedi ini bukan cuma soal pelanggaran lalu lintas biasa, tapi merupakan sebuah insiden tabrak lari yang sangat tragis dan menyayat hati, terutama bagi keluarga korban yang harus kehilangan anak kebanggaannya di usia yang sangat muda.
Hebohnya lagi, fakta-fakta yang terungkap di persidangan menunjukkan betapa mengerikannya situasi saat kejadian itu berlangsung, di mana kecepatan tinggi dan pengaruh alkohol menjadi kombinasi maut yang menghancurkan masa depan seorang mahasiswa. Kejatuhan karier Ghetts ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun bahwa popularitas dan prestasi di dunia musik tidak akan bisa meloloskan seseorang dari tanggung jawab hukum jika sudah menghilangkan nyawa orang lain secara paksa, nih Gen.
Sidang yang digelar di Pengadilan Kriminal Pusat Old Bailey, London, ini mengungkap tabir gelap di balik kematian Yubin Tamang, seorang mahasiswa berusia 20 tahun asal Nepal. Ibunda korban, Sharmila Tamang, memberikan pernyataan yang sangat mengharukan melalui penerjemah di depan hakim.
"Anak saya datang ke tempat ini untuk belajar, tetapi karena kesalahan orang lain, dia terbunuh di usia yang sangat muda," ujar Sharmila Tamang seperti dilaporkan Huffington Post. Isak tangis keluarga mengiringi jalannya persidangan saat kronologi kejadian dibacakan secara detail oleh jaksa.
Kronologi BMW Maut Dan Pelarian Ghetts Dari Lokasi Kejadian
Dalam persidangan terungkap bahwa pada saat kejadian tahun lalu, Ghetts sedang mengendarai mobil mewah BMW M5 dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol. Alih-alih berkendara dengan aman, rapper berusia 41 tahun ini justru melaju dengan ugal-ugalan dan sangat berbahaya. Ia terbukti menerobos lampu merah dan nekat melintas di jalur yang salah. Yang lebih mengerikan, mobilnya menghantam Yubin Tamang dengan kecepatan sangat tinggi, mencapai sekitar 112,7 kilometer per jam, yang mengakibatkan luka fatal seketika pada tubuh korban.
Bukannya berhenti untuk menolong atau bertanggung jawab, Ghetts justru tancap gas dan melanjutkan perjalanannya sejauh 12 kilometer sampai tiba di rumahnya. Pengacaranya, Benjamin Aina, sempat mencoba membela dengan alasan bahwa kliennya merasa sedang dibuntuti orang asing karena trauma masa lalu sebagai korban perampokan bersenjata. Ghetts juga sempat menulis surat permohonan maaf kepada keluarga korban dan mengaku sangat malu serta merasa bersalah atas tindakan pengecutnya tersebut. Namun, hakim tetap teguh pada keputusannya karena Ghetts terbukti sengaja meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan sedikit pun.
Padahal, sebelum kasus ini mencuat, karier Ghetts sedang berada di atas awan. Ia merupakan musisi yang sangat disegani di Inggris, bahkan pernah masuk nominasi Mercury Prize 2024 lewat albumnya yang bertajuk "On Purpose, with Purpose". Ia juga sempat membawa pulang trofi Best Male Act di MOBO Awards 2021 dan pernah berkolaborasi dengan penyanyi kelas dunia, Ed Sheeran. Namun kini, semua prestasi itu harus terkubur di balik jeruji besi selama belasan tahun ke depan.