Perang Iran-AS Memanas! Bahlil Tegas RI Aman, Cadangan Minyak 2 Miliar Barel Jadi Tameng
JAKARTA, GENVOICE.ID - Isu perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel ikut memicu kekhawatiran soal stabilitas energi global.
Namun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan minyak nasional tetap aman dan tidak terdampak langsung oleh konflik tersebut.
Bahlil menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki cadangan minyak sekitar 2 miliar barel. Angka itu memang menempatkan Indonesia di posisi ke-29 dunia berdasarkan data OPEC, tetapi dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dalam negeri dalam jangka menengah.
Menurutnya, struktur impor minyak Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada negara-negara yang terlibat konflik, sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan. Pemerintah juga terus memantau dinamika geopolitik global untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak mentah dunia.
Meski demikian, tantangan sektor hulu migas tetap ada. Produksi minyak nasional saat ini berada di kisaran 600.000 barel per hari dan berpotensi terus menurun jika tidak didorong dengan intervensi teknologi tinggi. Penggunaan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) maupun injeksi kimia dinilai menjadi kunci untuk menahan laju penurunan produksi dari sumur-sumur tua.
Bahlil menekankan bahwa pemerintah tengah mendorong optimalisasi lapangan migas eksisting serta percepatan eksplorasi blok-blok baru. Langkah ini penting agar ketahanan energi nasional tidak hanya bertumpu pada cadangan yang ada, tetapi juga pada peningkatan produksi berkelanjutan.
Di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, pemerintah berupaya memastikan pasokan energi tetap stabil. Fokusnya bukan hanya menjaga cadangan, tetapi juga memperkuat strategi produksi dan diversifikasi sumber energi agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal.