Namanya Disebut dalam File Epstein, Siapa Sebenarnya Sosok 'Baal' yang Diduga Menjadi Dewa Iblis?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus perdagangan hingga pelecehan seksual anak di bawah umur yang menyeret nama Jeffrey Epstein, lagi rame banget nih, Gen.
Gak cuman tentang perdagangannya doang yang dibahas, tapi kekejian Jeffrey dan teman-temannya dalam menyeret anak di bawah umur juga memicu reaksi netizen. Selain kebengisannya yang gak masuk akal, di dalam dokumen yang diunggah sama Departemen Kehakiman Amerika Serikat ini, publik juga dihebohkan sama satu nama, yakni Baal. Banyak netizen yang berspekulasi siapa sosok di balik nama Baal ini.
Lalu siapa Baal ini? Benarkah nama ini juga muncul di dalam Al-Qur'an?
Kalo kita merujuk ke dalam mitologi Kanaan, si Baal ini tuh sering dianggap sebagai putra dari El, dewa tertinggi yang ada di dunia panteon Kanaan. Di sini, Baal tuh digambarin sebagai sosok yang luar biasa kuat, dia bisa membuat badai dan menyuburkan beberapa tanah, sehingga dari kekuatannya, dia sangat dihormati sebagai dewa.
Penyembahan Baal sendiri udah ada sejak zaman Perunggu Awal di Timur Tengah, sekitar kurang lebih 300 SM. Kultus tersebut akhirnya menyebar hingga ke wilayah Fenisia, Siria, hingga Mesir dan Mesopotamia.
Nah, kalo kita kaitin dengan sejarah Islam, Baal tuh disimbolkan sebagai berhala, suatu benda yang disembah sama kaumnya Nabi Ilyas untuk memberi kemakmuran dan kekayaan.
Selain itu, nama Baal ternyata ada juga di dalam Al-Qur'an, yakni Surat Ash Shaffat ayat 125. Dalam surat itu, Al-Qur'an sedang menjelaskan tentang Baal dan kaum Nabi Ilyas.
Jadi intinya, Baal adalah dewa yang dihormati karena dia bisa membuat badai dan memiliki kemampuan untuk memberikan kesuburan atas suatu tanah. Kultus yang terjadi ini juga udah berlangsung lama. Masyarakat juga percaya kalo kaumnya si Baal ini masih ada sampe sekarang.
Kalo di dunia Islam, Baal sendiri disebut untuk merepresentasikan kaumnya Nabi Ilyas yang pada saat itu masih menyembah berhala.