Cristiano Ronaldo Mau Cabut Dari Al-Nassr, Transfer Benzema Ke Al-Hilal Jadi Pemicu Skandal Besar!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia sepak bola internasional lagi geger gara-gara kabar mengejutkan yang datang dari sang megabintang, Cristiano Ronaldo. Pemain yang sering dijuluki CR7 ini kabarnya lagi mempertimbangkan opsi yang bener-bener ekstrem, yaitu angkat kaki dari klubnya saat ini, Al-Nassr. Isu ini nggak muncul tiba-tiba saja, tapi kabarnya rasa frustrasi kapten Timnas Portugal itu sudah mencapai puncaknya karena ia merasa kompetisi Saudi Pro League berjalan dengan sangat tidak adil.
Bayangkan saja, Ronaldo yang dikenal punya jiwa kompetitif setinggi langit harus melihat tim lawan terus-terusan mendapatkan fasilitas dan pemain bintang baru yang bikin persaingan jadi jomplang. Aksi protes ini bahkan sudah dimulai secara nyata sejak awal pekan lalu, di mana Ronaldo secara berani melakukan tindakan yang bikin manajemen klub dan operator liga ketar-ketir. Hal ini tentu saja menjadi sorotan tajam netizen di seluruh dunia karena nggak biasanya pemain sekaliber dia sampai melakukan aksi boikot yang sangat terang-terangan seperti ini, nih Gen.
Kekecewaan Ronaldo meledak saat ia memutuskan untuk sengaja absen di pertandingan penting Al-Nassr melawan Al-Riyadh pada Senin malam waktu setempat. Langkah drastis ini diambil tepat setelah ia mendengar kabar transfer yang bener-bener bikin kuping panas.
Kabarnya, perpindahan Karim Benzema dari Al-Ittihad ke rival abadi mereka, Al-Hilal, menjadi pemicu utama kemarahan sang GOAT. Ronaldo merasa kompetisi di Arab Saudi sudah kehilangan nilai sportivitasnya karena satu klub seolah-olah diberikan karpet merah untuk mendominasi liga dengan cara mengumpulkan semua pemain terbaik dunia dalam satu tim saja.
Al-Hilal Jadi Anak Emas Liga Arab Saudi?
Sebenarnya, liga ini dibiayai besar-besaran oleh negara lewat lembaga PIF, yang juga mengucurkan dana buat klub-klub raksasa seperti Al-Nassr dan Al-Hilal. Tapi di mata Ronaldo, ada ketimpangan perlakuan yang sangat mencolok dan bikin dia geram. Al-Hilal dinilai punya keleluasaan belanja pemain yang jauh lebih gila-gilaan dibanding klubnya. Buktinya nyata, Al-Hilal sukses mendominasi dan duduk di takhta juara, sementara Ronaldo masih belum bisa menyumbangkan gelar liga sejak ia mendarat di Timur Tengah.
Pihak pejabat Arab Saudi sebenarnya nggak tinggal diam melihat sang bintang utama mereka ngambek. Menurut laporan dari Diario AS, mereka langsung menghubungi Ronaldo buat memberikan klarifikasi soal situasi keuangan Al-Hilal. Mereka berdalih kalau belanja fantastis Al-Hilal itu bukan murni pakai uang negara saja, melainkan ada suntikan dana pribadi dari Pangeran Al-Waleed bin Talal. Di bursa transfer musim dingin ini saja, Al-Hilal sukses memboyong nama-nama besar seperti Kader Meite, Saimon Bouabre, sampai Benzema. Sebaliknya, Al-Nassr cuma bisa gigit jari karena cuma mendatangkan dua pemain gratisan, dengan alasan mereka sudah belanja banyak di musim panas lalu.
Pintu Keluar Makin Terbuka Lebar Buat CR7
Ternyata, penjelasan panjang lebar dari pihak liga belum bisa memadamkan api kemarahan di hati Ronaldo. Berdasarkan laporan dari media Portugal, Record, segala kemungkinan sekarang terbuka lebar, termasuk rencana gila Ronaldo buat cabut di bursa transfer musim panas nanti. Padahal, belum lama ini dia baru saja memperpanjang kontraknya bareng Al-Nassr sampai tahun 2027 mendatang. Tapi kalau urusannya soal ego dan sportivitas, Ronaldo memang nggak main-main.
Argumen Ronaldo soal ketidakadilan ini didukung sama data statistik belanja yang emang jomplang banget. Sejak dia datang, Al-Hilal tercatat sudah menghabiskan dana sebesar €647 juta buat beli pemain. Angka ini jauh banget kalau dibandingin sama investasi Al-Nassr yang "cuma" berada di angka €410 juta. Ketimpangan ratusan juta Euro ini dianggap Ronaldo sudah merusak persaingan sehat di atas lapangan hijau. Sekarang semua mata tertuju pada laga hari Jumat melawan Al-Ittihad. Semua orang lagi nungguin apakah Ronaldo bakal balik merumput atau dia bakal lanjut mogok main sebagai bentuk protes kerasnya.
Gimana menurut kalian, Gen? Apakah Ronaldo sudah saatnya balik ke Eropa kalau emang liganya dirasa nggak adil?