Basarnas Ambon Lanjutkan Pencarian Delapan ABK KM Indo Perkasa 03 yang Tenggelam di Perairan Aru
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Maluku, masih melanjutkan operasi pencarian terhadap delapan awak Kapal Motor (KM) Indo Perkasa 03, kapal penangkap cumi yang tenggelam di Perairan Pulau Wasir, Kabupaten Kepulauan Aru.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan kapal tersebut dilaporkan tenggelam pada Senin (2/2) sekitar pukul 07.00 WIT setelah dihantam gelombang tinggi. Informasi kejadian baru diterima Basarnas dari anggota TNI AD di Korem Dobo, Sertu Abdillah.
Dalam laporan yang diterima, KM Indo Perkasa 03 membawa 16 orang awak kapal. Delapan orang berhasil diselamatkan oleh KM Bahtera Alam, sementara delapan awak lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Basarnas Ambon mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Dobo bersama unsur SAR gabungan menuju lokasi kejadian pada pukul 11.48 WIT. Lokasi pencarian berada di koordinat 5°22'39.32"S - 134°16'06.94"E, sekitar 24 mil laut ke arah utara dari Unit Siaga SAR Dobo.
Sekitar pukul 12.55 WIT, Tim SAR Gabungan bertemu dengan KM Sumber Rezeki Baru yang sedang menarik KM Indo Perkasa 03. Tim kemudian melakukan koordinasi dengan nakhoda kapal tersebut sebelum melanjutkan pencarian.
Pencarian di sekitar lokasi kejadian dilakukan hingga sore hari. Namun, hingga operasi hari itu dihentikan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan awak kapal yang hilang.
Basarnas juga menerima informasi bahwa pihak perusahaan pemilik kapal tengah menuju lokasi untuk melakukan upaya penarikan dan pembalikan kapal, serta penyelaman terhadap bangkai KM Indo Perkasa 03.
Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Kamis (5/2) untuk mencari delapan awak kapal yang masih hilang, yakni Muhammad Bilal, Afrizal, Ahmad Fauzi, Febry Alziran Firmansah, Fransiskus, Mohamad Ridwan, Mohamad Nur Isnaeni, dan Wandi Salusi.
Sementara itu, delapan awak kapal yang berhasil diselamatkan dalam peristiwa tersebut adalah Nari, Aditya Saputra, Agung Muhammad, Andriyanus, Imam, Liadi, Muhammad Panji, serta Zainudin yang menjabat sebagai nakhoda kapal.