Ruben Amorim Ancam Cabut Dari Manchester United, Pesan Pedas Buat Manajemen Usai Ditahan Imbang Leeds United!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Atmosfer di internal Manchester United mendadak memanas setelah hasil imbang yang menyesakkan di markas Leeds United, Minggu malam, 4 Januari 2026. Alih-alih merayakan kenaikan posisi ke peringkat kelima klasemen Premier League, sang nakhoda Ruben Amorim justru meluapkan kemarahannya secara terbuka. Pemicu utamanya adalah rasa frustrasi Amorim terhadap manajemen The Red Devils yang dianggap kurang memberikan kendali penuh kepadanya.
Pelatih asal Portugal itu mengirimkan pesan yang sangat tajam dan mengejutkan kepada jajaran dewan klub, dengan menegaskan bahwa dia tidak hanya ingin sekadar menjadi pelatih yang mengatur strategi di lapangan, melainkan manajer yang memegang kendali penuh atas arah klub. Isyarat ini memicu spekulasi bahwa masa depan Amorim di Old Trafford mungkin tidak akan bertahan lama jika dia tidak mendapatkan dukungan dan kekuasaan yang dia tuntut sejak awal kedatangannya, Gen.
Meski United tampil cukup dominan di Elland Road, hasil 1-1 tetap dianggap sebagai kegagalan besar mengingat Leeds berada di posisi bawah klasemen. Amorim tampak mulai kehilangan kesabaran, apalagi sebelumnya dia sempat mengeluarkan komentar samar mengenai rencana transfer Januari yang dianggapnya berjalan lambat.
Padahal, saat mengambil alih posisi manajer pada November 2024 lalu, eks pelatih Sporting CP ini diharapkan menjadi penyelamat era baru United. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain ketika badai cedera menghantam pemain pilar seperti Bruno Fernandes hingga Matthijs de Ligt, sementara dukungan transfer yang dia inginkan tidak kunjung terealisasi sesuai harapannya.
Manajer Bukan Sekadar Pelatih
Kemarahan Amorim meledak saat dia ditanya mengenai hubungannya dengan dewan klub setelah pertandingan melawan Leeds. Dia secara tegas membedakan peran antara manajer dan pelatih, serta menuntut departemen lain seperti tim pencari bakat dan direktur olahraga untuk bekerja lebih maksimal. Amorim merasa dirinya tidak diberi otoritas yang setara dengan nama-nama besar seperti Mourinho atau Conte dalam menentukan masa depan tim.
"Untuk memulai dengan itu, saya menyadari bahwa Anda menerima informasi selektif tentang segalanya. Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan untuk menjadi pelatih Manchester United. Dan itu jelas. Saya tahu bahwa nama saya bukan [Thomas] Tuchel, bukan [Antonio] Conte, bukan [Jose] Mourinho tetapi saya adalah manajer Manchester United. Dan akan seperti ini selama 18 bulan atau ketika dewan keputusan untuk mengubah. Itu adalah poin saya. Saya ingin menyelesaikannya dengan itu. Saya tidak akan berhenti. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai orang lain datang ke sini untuk menggantikan saya," tegas Amorim dengan nada sangat keras.
Amorim juga menyentuh soal kritik tajam dari luar, termasuk dari legenda klub seperti Gary Neville. Menurutnya, jika manajemen tidak sanggup menangani kritik dan melakukan perubahan besar di setiap departemen, maka klub ini tidak akan pernah maju. "Saya sangat jelas tentang itu dan itu akan berakhir dalam 18 bulan dan kemudian semua orang akan melanjutkan. Itu adalah kesepakatan. Itu adalah pekerjaan saya. Bukan menjadi pelatih," tambahnya lagi.
Statistik Bagus Tapi Hasil Mengecewakan
Secara teknis, United sebenarnya bermain jauh lebih baik dibandingkan laga-laga sebelumnya. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 54,8 persen dan melepaskan 15 tembakan ke arah gawang Leeds. Namun, satu kelengahan dalam transisi membuat poin penuh yang sudah di depan mata sirna begitu saja. Amorim merasa frustrasi karena timnya gagal mengunci kemenangan meskipun sudah mendominasi jalannya pertandingan.
"Saya pikir kami bermain dengan baik. Saya pikir kami memiliki lebih banyak kontrol dalam pertandingan ini daripada yang kami tunjukkan melawan Wolves. Itu penting karena menunjukkan bagaimana Anda dapat mempersiapkan minggu ini dengan kesalahan yang kami pelajari dari pertandingan sebelumnya. Kami mengendalikan Leeds, pada set-piece, bola kedua, mereka sangat cepat di lini depan. Kami mengendalikannya dengan baik. Kami memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan. Kami kehilangan pertandingan pada detail-detail - gol Leeds, kami mengendalikan pertandingan dan kemudian satu tendangan bola dalam transisi tetapi kami berhasil kembali ke dalam permainan," ujar Amorim kepada TNT Sports.
Kini, fokus United harus segera beralih ke laga melawan Burnley pada hari Rabu mendatang. Di sisi lain, fans masih menunggu apakah manajemen bakal bergerak di bursa transfer Januari 2026 ini, terutama dengan kembalinya pemain dari Piala Afrika dan pulihnya kapten tim. Apakah permintaan kontrol penuh dari Amorim bakal dikabulkan bos-bos United? Kita pantau terus perkembangannya ya, Gen!
Menurut Gen, apakah sikap berani Ruben Amorim yang menantang manajemen secara terbuka ini bakal bikin dia dipecat lebih cepat, atau justru emang manajemen United yang perlu segera dibenahi?