Kemlu Pastikan Warga Negara Indonesia Aman Usai Serangan AS ke Venezuela, KBRI Caracas Siaga Penuh
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela dalam kondisi aman di tengah situasi keamanan yang memanas akibat serangan militer Amerika Serikat ke negara Amerika Selatan tersebut.
Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (3/1), Kemlu menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas terus memantau perkembangan situasi serta kondisi WNI secara intensif. Hingga saat ini, tidak ada laporan WNI yang terdampak langsung akibat serangan tersebut.
"Seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman," tulis Kemlu melalui akun resmi di platform X.
Kemlu juga menegaskan bahwa bukan hanya KBRI Caracas yang bergerak aktif, tetapi seluruh perwakilan RI di kawasan Amerika Selatan turut meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan demi memastikan keselamatan WNI di wilayah masing-masing.
Di tengah situasi yang belum stabil, Kemlu mengimbau WNI di Venezuela agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta menjaga komunikasi secara rutin dengan KBRI. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan respons cepat apabila situasi berkembang lebih serius.
Sebelumnya, rakyat Venezuela dikejutkan oleh sejumlah ledakan dahsyat yang terjadi di beberapa wilayah pada Sabtu dini hari waktu setempat. Media lokal melaporkan ledakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Venezuela dan Amerika Serikat.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal di beberapa titik di ibu kota Caracas, disertai bunyi sirene serangan udara yang memicu kepanikan warga.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan militer ke Venezuela. Ia bahkan mengklaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap, meski pernyataan tersebut belum dikonfirmasi secara independen.
Di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan perlindungan WNI di luar negeri, termasuk dengan meningkatkan kesiapsiagaan perwakilan diplomatik di wilayah rawan konflik.