Kamar Tidur Jadi Saksi Kepergian Epy Kusnandar, Keluarga Ungkap Penyumbatan Sekecil Ini Langsung Hentikan Hidupnya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Epy Kusnandar di Jakarta Selatan.
Sejumlah kerabat dan sahabat datang silih berganti, mencoba memahami bagaimana aktor yang dikenal penuh energi itu bisa pergi begitu cepat. Di antara mereka, sang adik, Deniar Hendarsah, menjadi sosok yang paling terbuka bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Epy beberapa jam sebelum kabar kepergiannya mengguncang publik.
Menurut Deniar, Epy meninggal akibat penyumbatan pembuluh darah di batang otak. Ukurannya kecil, hanya satu titik, tetapi berada di bagian tubuh yang mengatur seluruh fungsi vital. Ketika batang otak tersumbat, ruang untuk berharap langsung menyempit karena area itu menjadi pusat dari gerak, napas, dan kendali kehidupan. Epy ditemukan pingsan di kamar tidurnya sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional.
Saat tiba di rumah sakit, harapan itu sempat muncul. Ada rencana untuk memasukkan Epy ke ruang perawatan sekitar pukul 13.00. Namun kondisi hipertensi membuat tim medis tak bisa melakukan tindakan apa pun. Waktu berjalan cepat, dan alih-alih stabil, keadaan Epy justru terus menurun. Menurut Deniar, jika Epy berhasil masuk ke ruang perawatan tepat waktu, peluangnya untuk kembali pulih sebenarnya cukup besar. Sayangnya, takdir berkata lain.
Sekitar pukul 14.24 WIB, Epy Kusnandar mengembuskan napas terakhir. Kabar itu menyebar dalam hitungan menit dan memunculkan gelombang ucapan belasungkawa dari seluruh penjuru industri hiburan. Banyak yang masih sulit menerima kenyataan bahwa sosok yang selama ini tampil penuh tawa dan karakter jenaka itu pergi begitu mendadak.
Keluarga menetapkan bahwa Epy akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Kamis, 4 Desember 2025, pukul 08.00 WIB. Rumah duka terus dipadati kerabat, rekan kerja, dan penggemar yang ingin memberikan penghormatan terakhir bagi aktor yang telah mengisi layar hiburan Indonesia selama bertahun-tahun itu.
Jika ingin versi yang lebih dramatis, lebih emosional, atau lebih berfokus pada reaksi keluarga dan publik, cukup beri tahu, nanti akan kubuatkan.