G20 Bergeser ke Amerika Serikat, Trump Fokuskan Pertumbuhan Ekonomi dan Kemakmuran
JAKARTA, Genvoice.id - Mulai 1 Desember 2025, Amerika Serikat resmi mengambil alih presidensi G20 2026 dari Afrika Selatan. Pemerintah AS menyatakan akan mengembalikan forum ekonomi dunia itu ke fokus utamanya adalah pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran.
Dalam pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS, disebutkan bahwa di bawah kepemimpinan Trump, G20 akan mengusung tiga agenda utama, memangkas beban regulasi, menjamin rantai pasokan energi yang aman dan terjangkau, serta memajukan inovasi dan teknologi baru.
Keputusan ini muncul di tengah situasi global yang menuntut stabilitas ekonomi dan akses energi, dua aspek yang dianggap krusial oleh pemerintahan AS. Dengan pendekatan regulasi yang lebih ringan, AS berharap mendorong investasi dan aktivitas bisnis global.
Mengenai energi, AS menekankan pentingnya menjaga rantai pasokan yang andal dan terjangkau agar fluktuasi harga tidak mengguncang perekonomian dunia.
Sementara pada aspek teknologi, dorongan inovasi dianggap sebagai kunci untuk pertumbuhan jangka panjang, produktivitas, dan daya saing global.
Pengambilalihan presidensi G20 oleh AS di tengah periode global yang fluktuatif rupanya tak lepas dari kontroversi. Pemerintahan Trump telah menyatakan bahwa negara sebelumnya, Afrika Selatan (Afsel), tidak akan diundang ke KTT G20 2026 di Miami. Alasan yang disampaikan berkaitan dengan klaim Trump atas perlakuan terhadap minoritas.
Keputusan ini memunculkan kritik dari beberapa negara anggota G20 dan mengerek kekhawatiran bahwa forum global bisa kehilangan nilai pluralisme dan kesetaraan.
Akan tetapi, transisi kepemimpinan ini juga memberi sinyal bahwa G20 mungkin akan bertransformasi kembali, dari forum krisis ke forum pertumbuhan dan inovasi.