Vaksin HPV Gratis untuk Anak Laki-Laki Mulai Diperluas, Ini Daftar Wilayahnya

Genvoice.id | 03 Nov 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperluas program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) gratis dengan menyasar anak laki-laki sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker sejak usia dini. Kebijakan ini menjadi langkah lanjutan pemerintah untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat infeksi HPV yang masih menjadi persoalan kesehatan serius di Indonesia.

Perluasan vaksinasi tersebut dilakukan karena infeksi HPV tidak hanya mengancam perempuan, tetapi juga dapat menyebabkan kanker pada laki-laki. Data menunjukkan sekitar 22.000 perempuan di Indonesia meninggal dunia setiap tahun akibat kanker leher rahim atau kanker serviks yang dipicu oleh infeksi HPV.

Sementara itu, berdasarkan data global pada 2022, sekitar 95.000 laki-laki terdiagnosis kanker akibat HPV. Dari jumlah tersebut, sebanyak 44.000 orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit yang berkaitan dengan infeksi virus tersebut.

Untuk mengurangi risiko penularan dan dampak penyakit, Kemenkes menyediakan imunisasi HPV gratis bagi anak usia 10-11 tahun atau siswa kelas 5 sekolah dasar. Setelah program vaksinasi untuk anak perempuan diterapkan secara nasional sejak 2023, pemerintah kini mulai memperluas sasaran imunisasi kepada anak laki-laki di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.

Kemenkes Perluas Sasaran Vaksin HPV Gratis

Perluasan program vaksin HPV menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap berbagai jenis kanker yang berkaitan dengan infeksi HPV. Dengan menyasar anak laki-laki, upaya pencegahan tidak hanya berfokus pada perempuan, tetapi juga melibatkan kelompok yang berpotensi terdampak virus tersebut.

Program imunisasi gratis ini menyasar anak usia sekolah dasar, khususnya mereka yang berusia 10-11 tahun atau duduk di kelas 5 SD. Pemilihan kelompok usia tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa vaksinasi sejak dini dapat memberikan respons kekebalan tubuh yang lebih optimal.

Direktur Imunisasi Kemenkes, dr Indri Yogyaswari, MARS, menjelaskan bahwa pemberian vaksin HPV pada usia anak memberikan tingkat perlindungan yang lebih tinggi dibandingkan vaksinasi ketika seseorang sudah memasuki usia dewasa. Karena itu, imunisasi sejak usia sekolah dinilai menjadi langkah penting untuk membangun perlindungan sebelum risiko paparan infeksi meningkat.

Vaksin HPV pada Anak Bisa Beri Perlindungan hingga 90 Persen

Efektivitas vaksin HPV menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong pemberian imunisasi sejak usia dini. Berdasarkan penjelasan Direktur Imunisasi Kemenkes, vaksinasi pada anak berusia 9-14 tahun dengan satu dosis dapat memberikan perlindungan hingga 88-90 persen.

"Pemberian vaksin HPV pada anak usia 9 sampai 14 tahun dengan satu dosis mampu memberikan perlindungan hingga 88-90 persen. Namun jika baru diberikan di atas usia 20 tahun meskipun dengan dua dosis, efektivitas perlindungannya turun menjadi sekitar 60 persen. Semakin awal diberikan, efektivitas dan tingkat perlindungannya jauh lebih tinggi," terang dr Indri dikutip dari laman Kemenkes, Senin (2/11/2026).

Perbedaan tingkat perlindungan tersebut memperlihatkan pentingnya pemberian imunisasi sesuai kelompok usia yang dianjurkan. Pemerintah pun terus mendorong orang tua agar memahami manfaat vaksin HPV dan mendukung pelaksanaan program imunisasi di lingkungan sekolah.

Cakupan Imunisasi HPV Anak Laki-Laki Tembus 88 Persen

Pelaksanaan program imunisasi HPV di Indonesia menunjukkan perkembangan dengan capaian cakupan yang cukup tinggi di sejumlah kelompok sasaran. Hingga saat ini, cakupan imunisasi HPV dosis tunggal pada anak perempuan kelas 5 SD tercatat mencapai 83,5 persen, setelah sebelumnya menyentuh angka 90,8 persen pada 2025.

Sementara itu, program perluasan vaksinasi untuk anak laki-laki di tiga provinsi telah mencatat cakupan hingga 88 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas perlindungan terhadap infeksi HPV melalui program imunisasi nasional.

Selain memberikan vaksinasi kepada anak-anak, Kemenkes juga memperkuat langkah pencegahan kanker serviks melalui program pemeriksaan kesehatan. Skrining kanker serviks bagi perempuan dewasa berusia 30 tahun kini turut diintegrasikan ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Langkah tersebut dilakukan agar upaya pencegahan kanker tidak hanya mengandalkan imunisasi, tetapi juga disertai pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan demikian, pemerintah berupaya memperkuat strategi pencegahan melalui dua pendekatan, yakni vaksinasi sejak usia anak dan skrining bagi perempuan dewasa.

Kemenkes Ingatkan Masyarakat soal Hoaks Keamanan Vaksin

Di tengah perluasan program imunisasi HPV, pemerintah masih menghadapi tantangan berupa penyebaran disinformasi dan hoaks mengenai keamanan vaksin. Informasi yang tidak benar tersebut berpotensi membuat masyarakat ragu untuk mengikuti program vaksinasi yang telah disediakan secara gratis.

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Prof dr Hinky Hindra Irawan Satari, menegaskan bahwa vaksin HPV yang digunakan dalam program pemerintah telah melalui tahapan pengujian klinis yang ketat. Ia juga memastikan bahwa vaksin tersebut memiliki bukti keamanan dan efektivitas dalam memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV.

"Reaksi pasca-imunisasi bersifat wajar dan umumnya ringan, seperti nyeri local atau pusing yang dapat sembuh dengan sendirinya. Keamanan dan efektivitas vaksin ini sudah teruji," tegas Prof Hinky.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi mengenai vaksin yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Orang tua juga diharapkan dapat mendukung program imunisasi HPV gratis bagi anak-anak sesuai sasaran yang telah ditetapkan.

Perluasan vaksin HPV kepada anak laki-laki menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi risiko kanker akibat infeksi HPV di Indonesia. Melalui peningkatan cakupan imunisasi, edukasi publik, dan skrining kesehatan, Kemenkes berupaya memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman penyakit tersebut sejak dini.