Jangan Asal Berdoa! 5 Kesalahan Ini Perlu Dihindari Menurut Ajaran Islam

Genvoice.id | 03 Nov 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Berdoa merupakan salah satu bentuk ibadah yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan seorang muslim. Melalui doa, umat Islam dapat menyampaikan harapan, memohon pertolongan, meminta ampunan, hingga menyerahkan berbagai urusan kehidupan kepada Allah SWT.

Perintah untuk berdoa bahkan telah ditegaskan secara langsung dalam Al-Qur'an, tepatnya Surat Al-Mu'min ayat 60. Dalam ayat tersebut, Allah SWT menjanjikan akan mengabulkan doa hamba-Nya sekaligus memperingatkan orang-orang yang menyombongkan diri dari ibadah kepada-Nya.

Allah SWT berfirman:

"وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ"

Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Al-Mu'min: 60).

Meski sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, ternyata masih ada sejumlah kesalahan yang terkadang tidak disadari ketika seorang muslim memanjatkan doa. Oleh karena itu, penting untuk memahami hal-hal yang perlu dihindari sekaligus memperhatikan adab berdoa sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

5 Kesalahan Saat Berdoa yang Perlu Dihindari Umat Islam

Mengutip buku 1001 Kesalahan Dalam Ibadah dan Muamalah karya DR Musthofa Murod serta Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah karya Muhammad Syafie el-Bantanie, terdapat beberapa perilaku yang perlu diperhatikan ketika seseorang berdoa.

Berikut lima kesalahan yang sebaiknya dihindari umat Islam.

1. Mendoakan Keburukan untuk Diri Sendiri dan Orang Lain

Kesalahan pertama adalah menggunakan doa untuk memohon keburukan, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain. Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak menjadikan doa sebagai sarana melampiaskan kemarahan atau kebencian.

Seorang muslim sebaiknya memanfaatkan doa untuk meminta kebaikan, keselamatan, keberkahan, dan petunjuk dari Allah SWT. Dengan demikian, doa tidak hanya menjadi tempat menyampaikan keinginan, tetapi juga mencerminkan akhlak dan ketulusan seorang hamba.

2. Mengeraskan Suara Ketika Berdoa

Kesalahan berikutnya adalah mengeraskan suara secara berlebihan ketika memanjatkan doa. Padahal, Allah SWT telah memberikan petunjuk agar manusia berdoa dengan rendah hati dan suara yang lembut.

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-A'raf ayat 55:

"ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ"

Artinya: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS Al-A'raf: 55).

Rasulullah SAW juga pernah mengingatkan para sahabat agar tidak mengeraskan suara ketika berzikir dan berdoa. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:

"Sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada Zat yang tuli dan tidak pula kepada Zat yang tidak hadir."

Hadis tersebut mengingatkan bahwa Allah SWT Maha Mendengar setiap permohonan hamba-Nya. Karena itu, seseorang tidak perlu berteriak atau meninggikan suara secara berlebihan ketika berdoa.

3. Meminta Sesuatu yang Mustahil

Dalam berdoa, seorang muslim juga perlu memperhatikan permohonan yang disampaikan. Meminta sesuatu yang bertentangan dengan ketetapan Allah dan hukum alam, seperti memohon kemampuan terbang tanpa alat atau meminta dihilangkannya kewajiban menikah, termasuk contoh permohonan yang tidak semestinya dilakukan.

Doa sebaiknya berisi permintaan yang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran agama. Seorang muslim juga perlu memahami bahwa tidak semua keinginan harus diwujudkan sesuai kehendaknya karena Allah SWT Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi setiap hamba.

4. Menggunakan Kalimat Bersyarat Saat Berdoa

Kesalahan selanjutnya adalah menggunakan kalimat bersyarat ketika menyampaikan permohonan kepada Allah SWT. Contohnya, seseorang mengucapkan, "Ya Allah, ampunilah dosaku jika Engkau berkenan."

Dalam Islam, seorang muslim dianjurkan berdoa dengan penuh kesungguhan dan keyakinan. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:

"Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan, 'Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki. Ya Allah, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki.' Hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam meminta, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksa Allah." (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut mengajarkan bahwa seorang hamba hendaknya meminta dengan sungguh-sungguh tanpa menggantungkan permohonannya pada ungkapan keraguan. Allah SWT memiliki kekuasaan mutlak untuk memberikan apa yang diminta oleh hamba-Nya sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya.

5. Berdoa Secara Berlebihan

Islam juga mengajarkan agar umatnya tidak melampaui batas ketika menyusun rangkaian kalimat dalam doa. Sikap berlebihan atau i'tida' dapat terjadi ketika seseorang terlalu jauh merinci permintaan hingga menyusun kalimat secara ekstrem.

Larangan tersebut dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Dawud dari Saad bin Abu Waqqash. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW mengingatkan tentang munculnya sekelompok orang yang berlebihan ketika berdoa.

Ia berkata: ayahku mendengar saat aku berkata, "Ya Allah, aku memohon kepadaMu surga beserta kenikmatan dan kesenangannya dan begini begitu. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab neraka beserta rantai dan rasa hausya serta begini dan begitu." Lalu ayahku berkata, "Wahai anakku, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Akan datang suatu kaum yang berlebihan dalam berdoa, dan semoga kalian bukan bagian dari mereka. Sesungguhnya jika kalian diberikan surga, maka kalian akan diberikan surga beserta kebaikan yang ada di dalamnya, dan jika kalian diazab di neraka, maka akan diazab di dalamnya dengan keburukan yang ada di dalamnya pula." (HR Abu Daud)

Hadis tersebut menjadi pengingat agar seorang muslim tidak berlebihan ketika memohon kepada Allah SWT. Hal yang lebih utama adalah menyampaikan doa dengan bahasa yang baik, penuh kerendahan hati, dan sesuai dengan kebutuhan.

10 Adab Berdoa agar Lebih Berpeluang Dikabulkan Allah SWT

Selain menghindari kesalahan, umat Islam juga dianjurkan memperhatikan tata cara dan adab ketika berdoa. Mengutip laman Kementerian Agama (Kemenag) yang merujuk kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali, terdapat sepuluh adab yang dapat diterapkan seorang muslim ketika memanjatkan doa.

1. Memilih Waktu yang Mustajab

Waktu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang ingin memanjatkan doa. Beberapa waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa antara lain hari Arafah, bulan Ramadan, hari Jumat, serta sepertiga malam terakhir.

Keutamaan sepertiga malam terakhir dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir dan menyeru hamba-Nya untuk berdoa, meminta, serta memohon ampunan.

2. Memanfaatkan Kondisi Istimewa

Selain waktu tertentu, terdapat beberapa keadaan yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Di antaranya ketika hujan turun, saat menjalankan ibadah puasa, setelah salat fardu, serta ketika berada di antara azan dan iqamah.

Keutamaan berdoa di antara azan dan iqamah diterangkan dalam hadis riwayat Tirmidzi. Rasulullah SAW bersabda:

"الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ"

Artinya: "Doa antara azan dan iqamah tidak akan ditolak." (HR Tirmidzi).

3. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Kedua Tangan

Menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan merupakan salah satu adab yang dianjurkan ketika berdoa. Sikap tersebut menjadi bentuk kerendahan hati seorang hamba ketika menyampaikan permohonan kepada Allah SWT.

Dalam hadis yang dinukil dalam materi sumber, dari Umar bin Khattab RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ketika berdoa dan mengusap wajah dengan kedua tangan setelah selesai memohon kepada Allah SWT. Riwayat mengenai mengusap wajah setelah berdoa memiliki pembahasan tersendiri di kalangan ulama, sehingga tidak perlu dianggap sebagai kewajiban.

4. Menggunakan Suara yang Lembut

Seorang muslim dianjurkan menyampaikan doa dengan suara yang tidak berlebihan. Hal ini menjadi wujud ketundukan, kerendahan hati, serta kesungguhan seorang hamba ketika memohon kepada Allah SWT.

Anjuran tersebut sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al-A'raf ayat 55 yang memerintahkan manusia berdoa dengan rendah hati dan suara lembut. Dengan menjaga volume suara, seseorang diharapkan dapat lebih fokus dan khusyuk ketika beribadah.

5. Tidak Memaksakan Rangkaian Kata Bersajak

Dalam berdoa, seseorang tidak perlu memaksakan penggunaan kalimat yang memiliki susunan sajak atau terdengar indah secara berlebihan. Hal yang lebih penting adalah memahami makna permohonan dan menjaga ketulusan hati.

Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya agar tidak melampaui batas ketika berdoa. Karena itu, gunakanlah kalimat yang baik, jelas, dan sesuai dengan kebutuhan tanpa harus memaksakan susunan kata tertentu.

6. Menghadirkan Hati yang Khusyuk dan Penuh Harap

Kekhusyukan menjadi salah satu hal penting ketika seorang muslim berdoa. Seseorang dianjurkan menghadirkan ketenangan batin, rasa hormat, serta kerendahan hati selama menyampaikan permohonannya.

Dengan hati yang khusyuk, seorang muslim dapat lebih memahami makna doa yang dipanjatkan. Doa pun tidak sekadar menjadi rangkaian ucapan, tetapi juga bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

7. Yakin dan Optimistis Doa Dikabulkan

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar berdoa dengan penuh keyakinan dan tidak diliputi keraguan. Seorang hamba hendaknya memiliki prasangka baik kepada Allah SWT serta percaya bahwa setiap permohonan didengar oleh-Nya.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

"Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR Tirmidzi).

Pesan tersebut mengajarkan pentingnya menghadirkan hati ketika berdoa. Seorang muslim juga perlu menjaga keyakinan dan tidak mudah berputus asa ketika permohonannya belum terwujud.

8. Bersungguh-sungguh dan Tidak Tergesa-gesa

Doa membutuhkan kesabaran dan kesungguhan. Seorang muslim tidak dianjurkan terburu-buru menyimpulkan bahwa doanya tidak dikabulkan hanya karena belum mendapatkan hasil sesuai harapan.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

"Doa seseorang akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata, 'Aku telah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan.'" (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menjadi pengingat agar umat Islam tetap bersabar dan terus berdoa. Sebab, seorang hamba tidak selalu mengetahui kapan dan bagaimana Allah SWT memberikan jawaban atas permohonannya.

9. Mengawali Doa dengan Hamdalah dan Shalawat

Sebelum menyampaikan permintaan, umat Islam dianjurkan mengawali doa dengan memuji Allah SWT dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengakuan atas kebesaran Allah SWT.

Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW mengajarkan agar seseorang tidak langsung memohon sebelum memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, seorang muslim dapat membiasakan diri mengawali doa melalui pujian dan shalawat sebelum menyampaikan hajatnya.

10. Bertaubat dan Memperbaiki Diri

Adab terakhir yang tidak kalah penting adalah memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui taubat dan menjauhi perbuatan maksiat. Seorang muslim juga dianjurkan memohon ampunan atas kesalahan yang pernah dilakukan.

Selain itu, mengembalikan hak orang lain yang pernah dirampas atau dizalimi juga menjadi bagian penting dalam memperbaiki diri. Dengan berusaha meninggalkan perbuatan buruk dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, seorang muslim dapat menjalani kehidupan yang lebih dekat dengan ajaran Islam.

Pentingnya Menjaga Adab Ketika Berdoa

Memahami kesalahan dan adab dalam berdoa menjadi bagian penting dari kehidupan seorang muslim. Sebab, doa bukan hanya tentang banyaknya permintaan yang disampaikan, melainkan juga mencerminkan ketulusan, kesungguhan, dan kepasrahan seorang hamba kepada Allah SWT.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk terus memperbaiki kualitas doa dengan mengikuti tuntunan Al-Qur'an dan hadis Rasulullah SAW. Selain berusaha menghindari kesalahan, seorang muslim juga perlu menjaga keyakinan, kesabaran, dan keikhlasan dalam setiap permohonan yang dipanjatkan.